Detik-Detik Mencekam Banjir Besar di Puncak Sapu Bersih Harta Benda & Tewaskan 1 Warga: Air Naik Hitungan Menit
Data terkini BPBD Kabupaten Bogor, bencana ini mengakibatkan satu korban jiwa, empat warga luka-luka, serta ratusan warga terdampak.
Hujan deras yang mengguyur kawasan Puncak, Kabupaten Bogor sejak Minggu sore (2/3) hingga malam hari menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor di beberapa wilayah.
Data terkini BPBD Kabupaten Bogor, bencana ini mengakibatkan satu korban jiwa, empat warga luka-luka, serta ratusan warga terdampak.
Korban meninggal dunia teridentifikasi sebagai Asep Mulyana (59), warga Desa Citeko, Cisarua. Asep dilaporkan hanyut terbawa arus banjir saat berusaha menyelamatkan keluarganya.
Jenazahnya ditemukan pada Senin pagi (3/3) pukul 10.00 WIB di sekitar Bendungan Ciawi, Kecamatan Megamendung, yang berjarak sekitar 8 kilometer dari lokasi awal ia terseret banjir.
Selain itu, beberapa warga mengalami luka ringan akibat longsor dan telah mendapatkan perawatan di RSPG, Cisarua.
Ratusan KK Terdampak Banjir
Banjir dan longsor berdampak pada 119 kepala keluarga (KK) atau 423 jiwa di Kampung Pensiunan, Desa Tugu Utara. Luapan Sungai Ciliwung pada pukul 20.30 WIB menyebabkan rumah-rumah warga terendam air dengan ketinggian mencapai 1,5 meter.
Selain itu, dua jembatan penghubung di Kecamatan Cisarua dilaporkan ambruk, menyebabkan akses transportasi warga terputus.
Material longsor juga menutup jalan di KM 86 Puncak Pass dan menghambat arus lalu lintas di jalur wisata.
BPBD Kabupaten Bogor bersama TNI, Polri, relawan, dan pemerintah daerah telah menerjunkan tim untuk melakukan evakuasi, pembersihan material longsor, serta distribusi bantuan darurat. Menurut Kepala BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat pihaknya terus berupaya meminimalisir dampak bencana.
“Kami masih melakukan asesmen di lapangan dan memastikan bantuan segera sampai ke warga terdampak. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada karena curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya.'
Siti (45), warga Kampung Pensiunan, Desa Tugu Selatan yang terdampak banjir mengungkapkan kepanikannya saat banjir datang. “Air naik cepat sekali, hanya dalam 15 menit sudah setinggi pinggang. Banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya,” katanya.
Hal yang sama juga disampaikan warga terdampak banjir bernama Bella.
"Air naik begitu cepat, kami tidak sempat menyelamatkan barang-barang. Rumah kami rusak parah, dan kami sekarang mengungsi ke rumah saudara,” katanya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengingatkan bahwa potensi hujan deras masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap banjir susulan dan tanah longsor. Pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk mendistribusikan bantuan darurat bagi warga terdampak.