Longsor Jember: Satu Rumah Ambruk, Sembilan Lainnya Terisolasi di Kaliwates
Bencana longsor di Jember, tepatnya di Kelurahan Kaliwates, menyebabkan satu rumah ambruk dan sembilan rumah warga terisolasi, tim BPBD telah bergerak cepat.
Bencana tanah longsor melanda Kelurahan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Minggu sore, 9 November. Insiden ini mengakibatkan satu unit rumah warga ambruk dan sembilan rumah lainnya kini terisolasi, tanpa akses jalan yang memadai. Kejadian ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Indra Tri Purnomo, menjelaskan bahwa curah hujan sedang hingga lebat menyebabkan air sungai di Kecamatan Kaliwates meluap. Luapan air sungai tersebut kemudian mengikis tanah di bantaran sungai, menciptakan kondisi rawan longsor yang akhirnya terjadi.
Warga bernama Sarina (75), pemilik rumah yang ambruk, sempat mendengar bunyi retakan pada pukul 13.00 WIB di kediamannya di Jalan Imam Bonjol. Beruntung, ia berhasil mengevakuasi diri sebelum tanah longsor terjadi pada pukul 13.15 WIB, yang menyebabkan rumahnya berukuran 2x4 meter hanyut terbawa material longsor.
Kronologi dan Dampak Longsor di Jember
Peristiwa longsor di Jember ini bermula dari intensitas hujan tinggi yang terjadi sejak dini hari hingga siang hari. Curah hujan yang terus-menerus menyebabkan debit air sungai di Kecamatan Kaliwates meningkat drastis, sehingga terjadi pengikisan tanah di sepanjang bantaran sungai. Kondisi ini menciptakan ketidakstabilan struktur tanah di area tersebut.
Menurut Indra Tri Purnomo, “Hujan sedang hingga lebat mulai Minggu dini hari sampai siang di wilayah tersebut menyebabkan air sungai di Kecamatan Kaliwates meluap dan mengikis tanah di bantaran sungai.” Akibat pengikisan ini, pada pukul 13.00 WIB, terdengar suara retakan dari rumah Sarina, yang berada persis di bantaran sungai.
Dampak longsor tidak hanya menghancurkan rumah Sarina, tetapi juga memutus akses jalan setapak sepanjang kurang lebih 12 meter dengan lebar dua meter. Pemutusan akses ini menyebabkan sembilan rumah di sekitarnya menjadi terisolasi, tidak dapat dilalui kendaraan roda dua untuk keluar masuk. Situasi ini tentu menyulitkan aktivitas sehari-hari warga.
Selain itu, BPBD Jember juga mengidentifikasi potensi longsor susulan. Dua rumah yang berdekatan dengan lokasi kejadian longsoran pertama menunjukkan adanya retakan baru pada dinding belakangnya. Hal ini mengindikasikan bahwa area tersebut masih sangat rentan terhadap pergerakan tanah lebih lanjut, memerlukan kewaspadaan ekstra dari warga sekitar.
Respons Cepat BPBD dan Imbauan Kewaspadaan
Menanggapi bencana longsor di Jember, tim BPBD Jember segera bergerak cepat untuk melakukan penanganan. Mereka telah melaksanakan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, melakukan asesmen kerusakan, memberikan arahan kepada warga, serta mendokumentasikan kondisi di lapangan. Bantuan logistik juga telah didistribusikan kepada korban yang terdampak.
Untuk mengamankan lokasi dan mencegah hal yang tidak diinginkan, tim BPBD telah memasang garis polisi di area rawan longsor. Langkah ini bertujuan agar warga tidak mendekati atau melintasi lokasi yang berpotensi membahayakan. Petugas Destana Kaliwates juga akan memasang terpal di area longsoran untuk meminimalkan perluasan longsor dan melindungi rumah warga lainnya di Jalan Imam Bonjol.
Indra Tri Purnomo mengimbau, “Kami mengimbau kepada masyarakat di lokasi terutama dua rumah di sebelah rumah nenek Sarina untuk mewaspadai terjadinya longsor susulan, dan mengosongkan rumah bagian belakang.” Imbauan ini sangat penting mengingat adanya retakan baru pada dinding rumah tetangga, yang mengindikasikan risiko tinggi.
Selain penanganan darurat, BPBD Jember juga memberikan rekomendasi jangka panjang kepada Dinas PU BMSDA. Rekomendasi tersebut adalah untuk segera melakukan pembangunan dinding penahan atau bronjong. Pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat memperkuat struktur tanah di bantaran sungai dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang, demi keamanan warga.
Sumber: AntaraNews