Pada 6 Februari 2024, terjadi longsor di Dusun Sigadung, Desa Kalitlaga, Pagentan, Banjarnegara. Longsor itu terjadi jam 3 pagi saat banyak orang masih tidur. Sebanyak 10 rumah terkena longsoran itu.
Dalam video yang diunggah pada Rabu (29/2), kanal YouTube Brent Sastro mengunjungi lokasi bencana itu.
Walaupun longsor melanda desa mereka, namun aktivitas warga tetap berjalan seperti biasa. Seorang warga mencari rumput untuk pakan kambingnya.
Kondisi rumah-rumah yang berada di lokasi bencana tampak banyak yang hancur rata dengan tanah. Rumah yang masih berdiri sudah tak lagi menyisakan atap atau tembok dinding. Puing-puing berserakan di mana-mana.
Advertisement
Tampak seorang ibu-ibu sedang mengumpulkan puing-puing rumah yang masih bisa terselamatkan. Ibu Tarjo, menceritakan sebelum terjadi longsor, ia mendengar suara atap seng bergemuruh.
Selain Ibu Tarjo, di lokasi longsor beberapa anak-anak sedang bermain. Ibu Tarjo mengatakan, ia belum tahu akan direlokasi ke mana.
Ibu Tarjo sekarang berusia 60 tahun. Ia tinggal di Dusun Sigadung sejak kecil.
Longsor tak hanya menimpa rumah-rumah warga, namun juga pepohonan yang tumbuh di sekitar tanah itu. Diperkirakan tebing yang longsor tingginya mencapai 50 meter. Tak cukup sampai di sini, mereka pun dibayang-bayangi bencana longsor susulan.
Salah seorang anak kecil mengajak pemilik kanal YouTube Brent Sastro untuk menuju ke suatu tempat. Mereka berjalan melewati perkampungan, lalu perkebunan, melalui jalan setapak kecil yang berada di tepi tebing.
Bocah itu terus berjalan melewati jalan setapak melintasi lebatnya pohon-pohon salak.
Advertisement
Setelah melewati kebun salak itu, sampailah mereka di suatu tempat. Ternyata itu merupakan puncak dari tebing yang longsor.
“Ya Allah, kaki saya gemeteran,” ucap pemilik kanal YouTube Brent Sastro.
Dari puncak tebing, besarnya longsor itu tampak nyata. Tanah itu longsor cukup jauh dari puncak tebing, melewati sebagian perkampungan penduduk, lalu terus ke bawah membelah pepohonan, hingga sampai di tepian Sungai Merawu yang berada di dasar lembah.