Dua Rumah Warga Rusak Akibat Longsor Situbondo di Lereng Gunung Argopuro
Bencana tanah longsor melanda Situbondo, merusak dua rumah warga di Desa Alas Tengah. BPBD Situbondo memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden Longsor Situbondo tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo melaporkan insiden tanah longsor yang merusak dua rumah warga. Peristiwa ini terjadi di Desa Alas Tengah, Kecamatan Sumbermalang, pada Sabtu (17/1) malam. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian Longsor Situbondo ini.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo, Puriyono, mengonfirmasi dampak longsor. Tim telah melakukan asesmen di lokasi kejadian untuk mendata kerusakan. Dua rumah terdampak berada di lereng Gunung Argopuro.
Rumah milik Surinten (69) dan Jariyono (51) di Dusun Krajan menjadi sasaran material longsor. Sebelum bencana, wilayah tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang. Kondisi tanah yang labil memicu terjadinya tanah longsor.
Kronologi dan Dampak Longsor di Situbondo
Puriyono menjelaskan, berdasarkan keterangan warga, hujan deras dan angin kencang melanda kawasan lereng Gunung Argopuro cukup lama. Kondisi ini membuat tanah menjadi labil dan akhirnya longsor. Peristiwa longsor ini terjadi sekitar pukul 22.00 WIB.
Saat kejadian, penghuni rumah berada di dalam. Mereka segera keluar menyelamatkan diri setelah mendengar suara gemuruh. "Saat kejadian pemilik rumah ada di dalam karena hujan deras, mereka terkejut dan keluar rumah saat mendengar suara gemuruh," kata Puriyono.
Rumah milik Surinten, yang ditempati seorang diri, mengalami kerusakan parah di bagian depan. Rumah tersebut bahkan bergeser hingga empat meter. Pergeseran ini disebabkan dorongan serumpun pohon bambu yang ikut longsor.
Selain rumah Surinten, rumah Jariyono juga mengalami kerusakan akibat material longsor. Kedua rumah yang terdampak ini merupakan bangunan semi permanen. "Kedua rumah semi permanen itu kondisinya rusak ringan," tambah Puriyono.
Penanganan dan Kondisi Terkini Pasca Longsor
Tim BPBD Situbondo segera bergerak ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan awal. Fokus utama adalah memastikan keselamatan warga serta mendata kerugian yang ditimbulkan. Upaya mitigasi bencana juga menjadi perhatian utama.
Meskipun kerusakan terjadi, BPBD Situbondo menegaskan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Ini menunjukkan kesigapan warga dalam menyelamatkan diri saat mendengar tanda-tanda bahaya. Peringatan dini bencana menjadi sangat penting di daerah rawan longsor.
Warga di sekitar lereng Gunung Argopuro diimbau untuk tetap waspada. Curah hujan tinggi masih berpotensi memicu longsor susulan. BPBD Situbondo terus memantau kondisi cuaca dan potensi bencana di wilayah tersebut.
Pemerintah daerah akan berkoordinasi untuk memberikan bantuan kepada korban Longsor Situbondo. Penanganan pascabencana meliputi pembersihan material longsor dan perbaikan rumah warga yang rusak. Dukungan psikososial juga mungkin diperlukan bagi warga terdampak.
Sumber: AntaraNews