Letjen Kunto Anak Jenderal Sepuh Turun Gunung Bantu Bagikan Beras buat Korban Bencana
Kehadiran jenderal bintang tiga ini menjadi pemacu semangat bagi ratusan personel TNI, khususnya para Babinsa.
Panglima Kogabwilhan I, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, terjun langsung ke lapangan untuk memastikan penyaluran bantuan bagi korban bencana alam di wilayah Aceh.
Kehadiran jenderal bintang tiga ini menjadi pemacu semangat bagi ratusan personel TNI, khususnya para Babinsa, yang tengah berjibaku menembus medan sulit demi kemanusiaan, di kutip dari video youtube halo biru .
Letjen Kunto meninjau langsung proses distribusi bantuan beras dari Bulog serta melihat kondisi infrastruktur yang rusak akibat bencana. Tidak hanya memberikan arahan strategis, ia juga berinteraksi langsung dengan para prajurit dan warga terdampak di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Ratusan Babinsa Terjang Lumpur dan Kabut demi Salurkan 10 Ton Beras
Bantuan sebanyak 10 ton beras disalurkan melalui kerja sama dengan Bulog, di mana distribusi difokuskan ke titik-titik tersulit seperti Desa Buntul. Letjen Kunto mengapresiasi kesiapan personelnya yang mampu menjangkau wilayah terisolasi.
"Memang kalau TNI itu strukturnya dari atas sampai ke bawah, sampai tingkat kelurahan (Babinsa). Jadi memang sudah terorganisir dengan cukup baik, sehingga apabila ada jalan-jalan yang putus seperti di Aceh ini, jalan yang hanya bisa dilalui oleh roda dua, kita manfaatkan untuk mengangkut kebutuhan-kebutuhan masyarakat," ujar Brigjen TNI I Made Gede Antara Asrena Koskogabwilhan I
Para Babinsa menggunakan motor trail untuk membawa karung-karung beras melalui jalur yang terputus akibat tanah longsor dan tertutup kabut tebal. Semangat pantang menyerah ditunjukkan para prajurit meskipun harus menghadapi medan berlumpur dan suhu dingin pegunungan demi memastikan bantuan sampai ke tangan masyarakat.
Sinergi Militer dan Logistik: Memastikan Jalur Ekonomi Tetap Berdenyut
Selain menyalurkan sembako, Letjen Kunto menekankan pentingnya manajemen penanganan bencana yang terorganisir agar semua sumber daya, baik personel maupun alat berat, dapat digunakan secara efektif. Ia mengingatkan bahwa tanpa perencanaan yang matang, penanganan bencana akan menjadi sia-sia.
"Semua sibuk sama teknis-teknis ini bekerja, jadi tidak tepat sasaran. Habis tenaga, alat sia-sia, BBM enggak terkendali. Kalau ada blueprint rencana kerja, itulah dasar dia jalan," tegas Letjen Kunto mengenai pentingnya panduan operasional di wilayah bencana.
Selain memantau logistik, Letjen Kunto juga meninjau pemasangan jembatan Bailey di daerah Genting Gajah yang menjadi jalur vital ekonomi masyarakat. Dengan keterlibatan TNI dari tingkat pusat hingga Babinsa, proses evakuasi dan distribusi logistik diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi sosial-ekonomi di wilayah Aceh Utara dan Bener Meriah.