Ide Berlian Letjen Kunto Arief, Lahan Gabut Disulap Jadi Surga Pertanian
Kini menjelma menjadi sawah subur berkat program pertanian inovatif yang digagas oleh Panglima Komando Letjen TNI Kunto Arif Wibowo.
Para petani di Desa Gelebak Dalam, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, kini menikmati hasil kerja keras mereka. Lahan gambut yang dulu tandus dan sering dilanda kebakaran, kini menjelma menjadi sawah subur berkat program pertanian inovatif yang digagas oleh Letjen TNI Kunto Arief Wibowo.
Sebelumnya, wilayah tersebut dikenal sebagai kawasan “hitam” lahan yang sering terbakar setiap musim kemarau.
Mereka mengelola sawah, menanam padi, jagung, dan beternak ikan lele dalam satu kawasan pertanian terpadu yang dibina langsung oleh TNI.
Lahan Tidur Disulap Jadi Kawasan Pertanian Aktif
Program ini berawal dari kepedulian TNI terhadap kondisi lahan gambut di Banyuasin yang sering terbakar setiap tahun.
Program ini juga memberi dampak sosial yang besar. Warga yang dulunya bekerja serabutan kini memiliki penghasilan tetap.
Para ibu rumah tangga terlibat aktif dalam kegiatan tani, mulai dari menanam hingga memanen hasil bumi.
"Perubahannya sangat signifikan karena memang sesuai dengan perkembangan dan kemauan zaman, memang sudah saatnya kita harus maju pertanian ini ” ujar Kapten Armed M. Ridwan, Danramil Mariana yang mendampingi kegiatan tersebut.
Melalui pendekatan itu, TNI bersama masyarakat mengubah lahan tidur menjadi sawah produktif.
Kini, area tersebut dikenal sebagai “laboratorium pertanian” karena menjadi tempat pelatihan dan pengembangan metode pertanian ramah lingkungan.
Petani Lokal Rasakan Dampak Ekonomi Nyata
Di himpun sumber dari youtube Halo biru, perekam Dendi. Para adik- adik juga ikut ambil bagian dalam kegiatan pertanian. Mereka membantu proses penanaman hingga panen dan turut menjaga lahan agar tetap produktif.
“Banyak pengalaman yang saya dapat contohnya cara ngelola sawah Kalau dulu pas sekolah saat PKL itu ilmunya enggak lengkap, Kalau di sini lengkap” ungkap Harki salah satu masyarakat muda yang menjadi petani.
Bagi warga Banyuasin, perubahan ini bukan hanya soal panen melimpah, tetapi juga tentang perubahan nasib dan kebanggaan.
Reporter Magang - Mochamad Aidil Akbar