Kukar Perkuat Generasi Toleran Lewat Program Khataman Al Quran
Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berupaya mencetak generasi yang peka, saling menghormati, dan toleran melalui program Khataman Al Quran, menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup.
Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, secara aktif berupaya mencetak generasi muda yang peka, saling menghormati, dan memiliki toleransi tinggi. Inisiatif ini diwujudkan melalui program khataman Al Quran, yang menekankan ajaran hidup berdampingan tanpa memandang perbedaan suku, ras, dan agama. Program ini menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter generasi penerus di Kukar.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, menyampaikan bahwa khataman ini adalah momentum krusial. "Khataman ini merupakan momentum penting dalam mewujudkan komitmen menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup, termasuk dalam pembinaan generasi muda di berbagai lini kehidupan," ujarnya di Tenggarong pada Sabtu.
Mengingat urgensi pemahaman isi Al Quran bagi setiap individu, program Gerakan Etam Mengaji (GEMA) Kukar diwajibkan. Penerapan GEMA Kukar ini berlaku di seluruh instansi pemerintah setempat, memastikan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat, termasuk kaum muda, tidak hanya sekadar membaca tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Membangun Generasi Toleran Melalui GEMA Kukar
Untuk memastikan kesuksesan program GEMA Kukar, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintahan Kukar meluangkan waktu khusus. Mereka secara rutin setiap hari kerja melaksanakan tadarus atau khataman Al Quran. Salah satu contoh nyata adalah kegiatan khataman Al Quran yang baru-baru ini diselenggarakan di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) pada Kamis lalu.
Taufik menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi Dispora Kukar. "Saya menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kepala Dispora beserta seluruh ASN Dispora Kukar yang telah menyelesaikan bacaan Al Quran 30 juz selama meski belum masuk pertengahan Ramadhan ini," katanya. Selain itu, Taufik juga mengapresiasi keterlibatan para santri Pondok Pesantren Al-Abqory serta seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut, menegaskan pentingnya kebersamaan dalam memperkuat tali silaturahim.
Dispora, menurut Taufik, memegang peran strategis dalam membentuk generasi muda. Peran ini tidak hanya terbatas pada pencapaian prestasi olahraga, tetapi juga dalam membangun kekuatan iman dan takwa. Lebih lanjut, Dispora diharapkan menjadi pelopor dalam mempromosikan toleransi antar-umat beragama di wilayah Kutai Kartanegara.
Sinergi Program Daerah untuk Pembinaan Pemuda
Upaya pembentukan generasi toleran melalui Khataman Al Quran di Kukar sejalan dengan visi pembangunan daerah. Hal ini selaras dengan misi ke-4 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2025–2029. Selain itu, inisiatif ini juga terintegrasi dengan sejumlah program dedikasi daerah lainnya. Program-program tersebut meliputi "Terima Kaseh Guru Ngaji-Ku", "Pendidikan Idaman Terbaik", "Kukar Bergizi Terbaik", hingga "Program RT-Ku Terbaik".
Program "RT-Ku Terbaik" secara spesifik mengalokasikan dana sebesar Rp150 juta per Rukun Tetangga (RT). Dana ini bertujuan untuk mendukung berbagai kegiatan kepemudaan dan olahraga di tingkat RT. Target dari program ini adalah mencetak minimal satu atlet berprestasi dan satu penghafal Al Quran di setiap wilayah RT di Kutai Kartanegara.
Taufik turut mengajak seluruh pemuda dan atlet Kukar untuk memanfaatkan momentum khataman Al Quran ini. "Kepada para pemuda dan atlet Kukar, kami mengajak menjadikan momentum khatam Al Quran sebagai titik balik transformasi diri agar menjadi pribadi yang lebih sabar, jujur, disiplin, dan bermanfaat bagi sesama," ujar Taufik. Ajakan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membentuk karakter generasi muda yang unggul secara spiritual dan moral.
Sumber: AntaraNews