Kronologi Dua Nelayan Tewas Usai Perahu Digulung Ombak
Kepala Kantor SAR Lampung Deden Ridwansah mengatakan pada Selasa (6/5/2025) sekira pukul 05.30
Ingin kembali ke palabuhan usai mencari ikan, nelayan di Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung meninggal usai perahu yang dinaiki tergulung ombak.
Kepala Kantor SAR Lampung Deden Ridwansah mengatakan pada Selasa (6/5/2025) sekira pukul 05.30 dua nelayan bernama Dedi Supriyadi (23) dan Alkat (25) pergi untuk mencari ikan.
"Sekitar pukul 09.00 Wib keduanya memutuskan untuk kembali ke pelabuhan, namun ketika berada di tengah perjalanan perahu yang dinaikinya tergulung ombak dan mengakibatkan keduanya terjatuh ke laut," katanya, Kamis (8/5).
Tak berselang korban Alkat berhasil diselamatkan oleh nelayan yang saat itu tengah melintas, namun sayang saat itu tubuh Dedi tak terlihat.
"Sehingga nelayan itu melaporkan keaparat setempat dan dilakukan pencarian namun pada Selasa itu ombak juga tinggi sehingga tidak bisa dilakukam pencarian lebih lanjut," jelas Deden.
Sehingga pada Rabu 7 Mei 2025 pencarian kembali dilakukan, dam Tim SAR gabungan dibagi menjadi 2 SRU (SAR Rescue Unit), SRU 1 menggunakan perahu jukung Basarnas dan SRU 2 menggunakan perahu jukung nelayan untuk melakukan penyisiran sekitar 3,5 Nm (Nautical Mile).
"Dan pada pukul 14.28 Wib korban berhasil ditemukam namun dalam keadaan meninggal dunia. Korban ditemukan dalam keadaan terapung pada koordinat 5°23’55,44’’S 104°3’32,304’’E atau sekitar 1,8 km dari lokasi kejadian," ucap Deden.
Setelah itu, lanjut Deden korban dilakukan evakuasi di bibir pantai dan langsung dibawa ke rumah duka.
"Korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka langsung untuk dilakukan pemakaman," pungkasnya.