KPK Respons Pidato Prabowo, Siap Bantu Presiden 'Bersih-Bersih' BUMN
KPK berharap dapat menjadi pemantik bagi BUMN untuk kemudian melakukan langkah-langkah preventif dengan penerapan prinsip-prinsip good corporate governance.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons pidato Presiden Prabowo Subianto. Dalam pidatonya saat penutupan Munas VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Prabowo dengan lantang mengungkap keinginannya 'bersih-bersih' Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari praktik korupsi.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengaku siap mendukung penuh langkah presiden yang terus mendorong perbaikan tata kelola pada BUMN, salah satunya melalui pendekatan upaya pemberantasan korupsi.
"Korupsi menjadi salah satu akar masalah yang berakibat pada inefisiensi pada pelaksanaan bisnis di BUMN. Penyuapan, gratifikasi, pengkondisian pengadaan barang dan jasa, termasuk kerugian keuangan negara, adalah modus-modus yang sering terungkap dari beberapa penanganan perkara oleh KPK di sektor ini," kata Budi kepada awak media melalui pesan tertulis diterima, Selasa (30/9).
Budi melanjutkan, dari upaya represif itu, KPK berharap dapat menjadi pemantik bagi BUMN untuk kemudian melakukan langkah-langkah preventif dengan penerapan prinsip-prinsip good corporate governance (GCG).
Budi meyakini, melalui penerapan bisnis berintegritas, BUMN sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menjalankan kebijakan ekonomi dan pelayanan publik, semakin efektif, efisien, dan memberikan sumbangsih optimal bagi penerimaan negara. Dia pun memastikan, KPK siap jika diminta turun tangan untuk 'membersihkan' BUMN dengan cara melakukan pencegahan.
"KPK melalui tugas fungsi pencegahan, juga menyediakan Panduan Cegah Korupsi (Pancek) bagi para pelaku usaha, untuk menjadi salah satu pedoman dalam penerapan prinsip-prinsip bisnis yang berintegritas," Budi menandasi.
Prabowo Bakal Libatkan KPK
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengaku bakal membawa lembaga penegak hukum seperti Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menelisik penyebab bobroknya BUMN. Pernyataan itu diutarakan Prabowo saat berpidato Munas VI PKS di Jakarta, Senin (29/9).
Prabowo geram, capaian BUMN yang merugi namun para pejabatnya tetap menebar bonus untuk diri mereka sendiri. Saking kesalnya, Prabowo bahkan menyebutnya dengan kata brengsek.
"Manajemen saya perintahkan bersihkan itu BUMN, kadang-kadang nekat-nekat mereka itu diberi kepercayaan negara. Dia kira itu perusahaan nenek moyangnya, perusahaan rugi dia tambah bonus untuk dirinya sendiri, brengsek banget itu!" kata Prabowo.
"Saya mau kirim Kejaksaan dan KPK untuk kejar-kejar itu, bagaimana saudara perlu dikejar atau tidak? Nanti dibilang Prabowo kejam lagi," imbuhnya.