Korban Bencana Agam Capai 74 Jiwa, BNPB Terus Lakukan Pencarian
Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus meningkat. BNPB mengonfirmasi 74 jiwa meninggal dunia, sementara pencarian Korban Bencana Agam masih berlanjut.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan peningkatan signifikan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Data terbaru menunjukkan 74 jiwa meninggal dunia, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam per Jumat (28/11) pukul 20.00 WIB. Bencana ini telah melanda beberapa kecamatan dan menyebabkan dampak yang luas.
Proses pencarian dan pertolongan bagi korban masih terus diintensifkan oleh tim gabungan di berbagai titik terdampak. Selain korban meninggal, masih banyak warga yang dilaporkan hilang dan belum ditemukan. Upaya penanganan bencana ini melibatkan berbagai pihak untuk memastikan penanganan yang komprehensif.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa seluruh unsur SAR gabungan dikerahkan. Mereka berupaya mempercepat pencarian korban, termasuk dengan menggunakan alat berat di lokasi-lokasi yang parah. Pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan, serta instansi terkait terus bekerja keras.
Jumlah Korban Meninggal Akibat Korban Bencana Agam Terus Bertambah
Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir disertai tanah longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus bertambah. Data terbaru dari BPBD Agam per Jumat (28/11) pukul 20.00 WIB mencatat total 74 jiwa meninggal dunia. Korban-korban ini tersebar di lima kecamatan yang berbeda, menunjukkan skala dampak bencana yang meluas.
Kecamatan Palembayan menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal paling banyak, mencapai 27 orang. "Di Kecamatan Palembayan tercatat 27 korban, terdiri atas 21 orang yang telah teridentifikasi dan enam lainnya masih menunggu identifikasi. Proses pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan tim gabungan di sejumlah titik terdampak," kata Abdul Muhari. Korban di Palembayan ditemukan di Kampung Tangah (tujuh orang), Kampung Tangah Timur (sembilan orang), dan Subarang Ala (17 orang), yang semuanya telah diverifikasi identitasnya.
Selain Palembayan, kecamatan lain juga melaporkan korban meninggal. Kecamatan Malalak mencatat 10 korban jiwa, disusul Kecamatan Tanjung Raya dengan dua korban. Sementara itu, Palupuh dan Matur masing-masing melaporkan satu korban meninggal. Seluruh korban di keempat kecamatan ini telah berhasil diidentifikasi oleh petugas.
Pencarian Korban Hilang dan Upaya Penanganan Bencana Agam
Di samping korban meninggal, BPBD Agam juga mencatat masih ada 78 warga yang belum ditemukan hingga saat ini. Mayoritas warga yang hilang berasal dari Kecamatan Palembayan, dengan jumlah 69 orang. Kecamatan Malalak juga melaporkan tujuh orang hilang, dan Tanjung Raya dua orang. Situasi ini menambah urgensi dalam operasi pencarian.
BNPB memastikan bahwa seluruh unsur SAR gabungan masih dikerahkan secara maksimal untuk mempercepat pencarian korban. Penggunaan peralatan berat menjadi krusial di titik-titik yang terdampak longsor dan banjir bandang, mengingat kondisi medan yang sulit. Tim berupaya mencapai area-area terpencil yang mungkin masih menyimpan korban.
Pemerintah daerah bersama TNI-Polri, relawan, dan instansi terkait terus memperluas area pencarian. Mereka juga mengoptimalkan pelayanan bagi warga terdampak, termasuk penyediaan kebutuhan dasar di lokasi pengungsian. Fokus utama adalah memastikan keselamatan warga dan memenuhi kebutuhan esensial mereka selama masa darurat ini.
Sumber: AntaraNews