Kondisi Dapur MBG Cipongkor Bandung Barat Usai Ratusan Siswa Keracunan
Begini kondisi terbaru dapur SPPG di Cipongkor Bandung Barat.
Aktivitas memasak di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Neglasari, Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, berhenti total pada Kamis (25/9).
Sejumlah aparat TNI, Polri, dan pemerintah setempat terlihat berjaga di lokasi menyusul status Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan massal makanan bergizi gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa.
Fauzan Hilmi, perwakilan dapur SPPG Neglasari, membenarkan bahwa operasional dihentikan sementara sesuai arahan pemerintah daerah.
“Hanya kalau sekarang memang kami sudah menerima arahan (untuk berhenti operasional sementara waktu),” ujarnya.
Ia menambahkan, sampel makanan sudah diambil pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan untuk diteliti lebih lanjut.
Fauzan mengaku pihaknya tidak menyangka ada siswa yang jatuh sakit usai menyantap MBG dari dapurnya.
Pasalnya, setelah insiden keracunan di dapur SPPG Cipari pada Senin (22/9), ia menyebut standar produksi di Neglasari sudah diperketat.
“Kalau kronologi awalnya mah, setelah ada kejadian yang di Cipari, justru kami juga di sini jadi lebih ketat terutama dalam masalah masak dan kebersihan,” ungkapnya.
Menurutnya, para pekerja juga ikut menyantap makanan yang diproduksi dapur tersebut.
“Soalnya makan itu apa-apa juga semuanya di sini, staf dan karyawan juga. Bahkan kemarin juga saya sempat bikin video (nunjukin kondisi, proses),” imbuhnya.
Kronologi Distribusi Ribuan Porsi
Fauzan mengaku mendapat laporan adanya siswa keracunan sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (24/9), dari SMK Karya Perjuangan Cipongkor, salah satu sekolah penerima distribusi MBG.
“Memang terlihat oleh saya, enggak semua gitu. Ada mungkin sekitar 10 orang yang memang kelihatan lemas enggak kejang atau gimana gitu,” katanya.
Ia menjelaskan, proses memasak dilakukan sejak Selasa (23/9) malam. Nasi dimasak mulai pukul 21.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan menu lauk hingga dini hari. Ribuan porsi makanan mulai didistribusikan pada pukul 07.00 WIB.
“Sebanyak 3.986 porsi yang kami distribusikan kemarin,” sebutnya.
Fauzan menyebut, total ada 52 orang yang bekerja di dapur SPPG Neglasari, dengan 10 orang di antaranya bertugas khusus memasak. Ia juga mengonfirmasi dapur Neglasari berada di bawah satu yayasan dengan dapur SPPG Cipari, meski enggan menyebut nama yayasan tersebut.
“Iya betul satu yayasan,” katanya singkat.