Keracunan Massal MBG di Bandung Barat, Apa Penyebabnya? Ini Kata Dinkes
Para siswa diduga mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga kini, Dinkes KBB masih menunggu hasil uji laboratorium.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih menyelidiki penyebab pasti kasus dugaan keracunan massal yang menimpa lebih dari seribu siswa di wilayah Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas. Para siswa diduga mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga kini, Dinkes KBB masih menunggu hasil uji laboratorium atas sampel makanan yang telah dikirimkan untuk dianalisis.
"Belum, kami baru terima Selasa kemarin. Nanti hasilnya [disampaikan] 1 pintu dari Kadinkes KBB,” kata Kepala Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Barat, dr Ryan Bayusantika Ristandi, saat dikonfirmasi Jumat (26/9).
Sementara itu, Plt. Kepala Dinkes Bandung Barat, Lia N Sukandar mengkonfirmasi bahwa pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium atas sampel yang telah dikirimkan. Biasanya, hasil lab keluar dalam waktu sepekan atau paling cepat 5 hari.
Dia menyebut sampel dikirimkan ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat KBB dan Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Barat.
"Labkesmas Provinsi. Tapi ada juga Labkesmas KBB. Karena kan ini kita banyak nih ngirim sampelnya jadi bagi-bagi," katanya.
Adapun soal sampel yang dikirimkan, Lia bilang pihaknya telah mengirimkan sejumlah sisa MBG siswa dari dapur SPPG Kampung Cipari, Desa Cijambu, Cipongkor untuk peristiwa keracunan massal yang sedikitnya menumbangkan sebanyak 393 siswa pada Senin (22/9) hingga Selasa (23/9).
Selain sisa makanan, pihaknya juga telah mengambil sampel berupa muntahan sebanyak dua kantong kresek. Muntahan tersebut diambil dari siswa yang mengalami keracunan pada Senin (22/9). Sampel itu pun telah diserahkan untuk diuji di laboratorium.
"Saat kejadian karena kami ada di lokasi kejadian jadi kami mengambil muntahan pasien sebanyak dua kantong,” ujarnya.
Adapun untuk peristiwa keracunan massal jilid dua, yang menumbangkan sedikitnya 730 siswa di kecamatan Cipongkor dan 192 siswa di Kecamatan Cihampelas pada Rabu (24/9) hingga Kamis (25/9), Dinkes mengambil makanan sisa sebagai sampel.
Sisaan makanan itu diperoleh dari dua dapur yang berada di Kampung Pasirsaji, Desa Neglasari, Kecamatan Cipongkor, dan dapur Desa Mekarmukti di Kecamatan Cihampelas.
Kendati hasil uji sampel di lab belum keluar, Dinkes Kabupaten Bandung Barat terus memfollow up prosesnya. Di sisi lain, Dinkes Bandung Barat juga terus memantau kondisi para siswa yang terpapar keracunan dengan penanganan medis secara intensif.