Bertambah Lagi! Siswa Keracunan MBG di Cipongkor KBB jadi 301 Orang Pemkab Ambil Sikap
Terbaru, per pukul 23.56 WIB angkanya mencapai 301 orang.
Jumlah siswa yang mengalami keracunan diduga lantaran menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor, terus bertambah. Terbaru, per pukul 23.56 WIB angkanya mencapai 301 orang.
"Perkembangan sementara jumlah korban keracunan sampai dengan pukul 23.56 Wib sebanyak 301 orang yang terdiri dari berbagai siswa sekolah mulai tingkat SD, Mts, SMP dan SMK," ungkap Kapolsek Sindangkerta, Iptu Sholehuddin, saat dikonfirmasi wartawan pada, Selasa (23/9).
Ia pun menerangkan mereka yang merasakan sejumlah gejala keracunan mulai pusing, mulai, sesak nafas, dirawat di sejumlah tempat. Antara lain, sebanyak 116 orang di Puskesmas Cipongkor, 13 orang di Bidang Desa Sirnagalih, 27 orang di RSUD Cililin, 127 orang di Posko Kecamatan Cipongkor, kemudian sebanyak 18 orang di RSIA Anugrah.
"Korban yang datang ke Posko Kecamatan sampai saat ini masih berdatangan dan dimungkinkan jumlah korban keracunan akan terus bertambah," imbuh dia.
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah menyiapkan secara darurat sejumlah fasilitas kesehatan guna menampung para korban keracunan, baik dari pihak swasta maupun pemerintah.
"Saat ini Dinkes sudah menyulap fasilitas kesehatan pemerintah juga swasta untuk menampung korban-korban yang diduga keracunan makanan," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, KBB, Lia N. Sukandar, saat dihubungi wartawan, pada waktu yang sama.
Butuh Oksigen
Lia menuturkan, para siswa yang mengalami keracunan di antaranya merupakan siswa dari SMK Pembangunan Bandung Barat (PBB), Madrasah Tsanawiyah (MTS) Darul Fiqri, hingga SD Negeri Sirnagalih.
"Saat ini paling dibutuhkan, oksigen. Kami Dinkes menghandle kebutuhan oksigen dari RSUD Cililin. Tapin mudah-mudahan ada tambahan lagi, InsyaAllah kami koordinasi dengan RSUD Cikalong Wetan," ungkapnya.
Dengan kondisi ini, Pemerintah KBB melalui Dinkes akan menetapkan KLB.
"Dari Dinkes baru besok akan menetapkan Kejadian Luar Biasa, setelah data terkumpul, sampel juga, tadi kami mengambil sampel muntahan yang akan dibawa ke laboratorium," kata Lia.