Pemkab Bandung Barat Bersikap! Tetapkan Status KLB dan Tutup 85 Dapur MBG usai Keracunan Massal
Dengan begitu, diharapkan proses tersebut dapat berjalan cepat dan menyeluruh.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB), resmi menetapkan status Keadaan Luar Biasa (KLB). Ini menyusul terjadinya keracunan massal yang dialami ratusan siswa usai mengkonsumsi paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor, KBB, pada Senin (22/9).
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, menyebut penetapan status KLB dilakukan seiring proses penanganan korban dan investigasi berlangsung. Dengan begitu, diharapkan proses tersebut dapat berjalan cepat dan menyeluruh.
"Fokus utama dari kita adalah penanganan untuk para korban. Jadi sekarang juga kita sudah menetapkannya sebagai statusnya KLB, kejadian luar biasa, supaya penangannya lebih cepat dan juga lebih menyeluruh seperti itu," kata Jeje, di Kantor Kecamatan Cipongkor, Selasa (23/9).
Di sisi lain, ia mengatakan proses investigasi dapur MBG telah berlangsung saat ini. Langkah tersebut meliputi pengecekan l perizinan, standarisasi, pengelolaan dan bahan yang diolah.
"Kalau memang belum layak ya kita harus melakukan perbaikan. Dan khusus untuk dapur di Cipongkor ini kita tutup dulu untuk kita lakukan investigasi," ujarnya.
Tutup Sementara 85 Dapur MBG
Dia mengatakan ada sekitar 85 dapur MBG di Kecamatan Cipongkor. Hampir seluruhnya, kata dia, belum tersertifikasi.
"Tapi semuanya juga tetap kita lakukan evaluasi karena data yang saya dapat adalah 85 dapur memang masih belum memiliki sertifikasi sehat seperti itu," kat dia.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan total korban yang terkonfirmasi hingga saat ini ada 369 orang. Mereka merupakan siswa dari jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA, sederajat.
"Yang sudah membaik atau sudah pulang tercatat ada 257 orang," katanya lewat pesan singkat.