Sebanyak 123 siswa, tingkat SD, SMP, dan SMK dari sejumlah desa di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, dilarikan ke Puskesmas hingga dirujuk ke rumah sakit lantaran mengalami dugaan gejala keracunan. Itu setelah mereka menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.
Kepolisian hingga aparatur desa pun ikut turun menangani kasus dugaan keracunan massal ini.
Kepala Desa Karang Sari Ade Bahtiar mengatakan, pihak Puskesmas Cipongkor terus menerima pasien siswa yang diduga keracunan sejak siang. Hingga malam, jumlahnya terus bertambah.
“Saya lagi ngobrol ini juga sama kepala Puskesmas Cipongkor, jadi sampai jam ini ada 123 orang,” katanya saat dihubungi, Senin (22/9).
Dari jumlah itu, Ade menyebut sebanyak 25 orang dari mereka bahkan telah dirujuk ke RS Cililin.
Ia mengatakan di antara gejala yang dialami para siswa ialah merasa dada panas hingga mual. Tidak semua siswa merasakan langsung efek tersebut. Namun Ade yakin, gejala itu dirasakan para siswa usai menyantap menu MBG yang diproduksi di dapur Cipari.
“Pasien masih bertambah yang tadi sehat di sekolahnya sampai di rumah. Sekarang baru terasa dada panas dan mual,” katanya.
“(Salah satu menunya) Ayam kecap,” imbuh dia.
Advertisement
Hasil Pemeriksaan
Sementara itu, terpisah, Kapolsek Sindangkerta, Iptu Sholehuddin membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut awal fenomena keracunan massal ini diketahui pukul 11.00 WIB, Senin (22/9).
“Ada 70 orang kurang lebihnya,” ungkap Kapolsek, saat dikonfirmasi wartawan.
Terkait jumlah itu, ia bilang siswa tersebut masih belum pasti. Sebab, pendataan masih terus dilakukan.
Adapun soal gejala yang dialami para siswa, dijelaskannya mereka mengalami mual, muntah, pusing sampai dengan sesak. Mereka yang mengalami gejala itu ia pastikan telah mendapat pertolongan dari unit Puskesmas hingga rumah sakit daerah setempat.
“Sementara ditampung di Puskesmas Cipongkor. Namun ada beberapa yang dirujuk ke RSUD Cililin,” terang dia.