Kemendukbangga Harap Lima Program Prioritas Optimal di Jayawijaya
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN RI menargetkan lima Program Prioritas berjalan optimal di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, demi menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem.
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN RI menaruh harapan besar terhadap implementasi lima program prioritasnya. Program-program ini diharapkan dapat berjalan secara optimal di wilayah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Papua, Charles Brabar, menyampaikan hal tersebut dalam keterangan tertulisnya dari Wamena pada hari Sabtu (24/1). Penekanan utama diberikan pada kolaborasi erat dengan pemerintah daerah setempat.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa sasaran yang ingin dicapai, khususnya dalam penanganan stunting, kemiskinan ekstrem, dan inflasi, dapat terwujud secara efektif dan berkesinambungan.
Mengenal Lima Program Prioritas Kemendukbangga
Kemendukbangga/BKKBN RI telah mengidentifikasi lima program prioritas yang menjadi fokus utama dalam upaya pembangunan keluarga dan kependudukan. Inisiatif ini dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan sosial di masyarakat.
Program-program tersebut meliputi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gati). Ketiganya berfokus pada kesejahteraan anak dan peran orang tua.
Selain itu, terdapat program Lansia Berdaya (Sidaya) yang bertujuan memberdayakan kelompok lanjut usia, serta pengembangan super apps tentang keluarga untuk mempermudah akses informasi dan layanan. Seluruh program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan.
Kolaborasi dan Perubahan Nomenklatur Lembaga
Charles Brabar menegaskan pentingnya kolaborasi antara program Kemendukbangga/BKKBN dengan pemerintah daerah. Sinergi ini harus beririsan dengan visi dan misi bupati serta wakil bupati Jayawijaya. Hal serupa juga berlaku untuk delapan kabupaten lain di Papua Pegunungan.
Brabar juga menjelaskan adanya perubahan nomenklatur lembaga yang perlu diketahui masyarakat dan organisasi perangkat daerah (OPD). Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana, yang sebelumnya dikenal sebagai BKKBN, kini telah berubah menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga).
Meskipun terjadi perubahan nama, sebagian besar tugas dan fungsi lembaga ini tetap sama, berfokus pada isu kependudukan dan pembangunan keluarga. Pemahaman akan perubahan ini krusial untuk memastikan dukungan penuh dalam menyukseskan program prioritas.
Sinergi Program dan Peta Jalan Kependudukan
Program prioritas dari Kemendukbangga/BKKBN harus mampu terkoneksi dengan program pemerintah daerah, khususnya visi misi kepala daerah. Penekanan ini disampaikan kepada pimpinan OPD di Kabupaten Jayawijaya dan delapan kabupaten lainnya.
Tujuannya adalah agar program kementerian dapat berkolaborasi secara efektif dengan program daerah, sehingga sasaran yang telah ditetapkan dapat terwujud. Kolaborasi ini merupakan kunci keberhasilan implementasi di lapangan.
Pihak Kemendukbangga/BKKBN akan memantapkan kolaborasi program ini melalui pertemuan dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jayawijaya. Diskusi dengan Bappeda akan melihat peta jalan kependudukan untuk memastikan semua program terintegrasi dengan visi dan misi bupati dan wakil bupati.
Wilayah kerja Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Papua sendiri mencakup empat provinsi, yaitu Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Sumber: AntaraNews