Kemenag NTT Dorong 736 Katekis Adaptif Hadapi Transformasi Digital untuk Pelayanan Berdampak
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kemenag NTT) menginisiasi seminar untuk 736 katekis, mendorong mereka adaptif menghadapi transformasi digital demi pelayanan keagamaan yang relevan dan berdampak di era modern.
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kemenag NTT) secara aktif mendorong adaptasi digital di kalangan rohaniwan. Sebanyak 736 katekis dari Kabupaten Belu, Malaka, dan Timor Tengah Utara (TTU) mengikuti seminar penguatan kapasitas pelayanan keagamaan. Acara ini diselenggarakan di Gereja Paroki Santo Theodorus Weluli, Kabupaten Belu, pada Sabtu, 4 Juli, bertujuan untuk memperkuat pelayanan di era digital.
Kepala Kanwil Kemenag NTT, Fransiskus Kariyanto, menegaskan bahwa seminar ini diharapkan dapat meningkatkan relevansi dan dampak pelayanan keagamaan bagi umat. Menurutnya, kehidupan beragama yang baik harus mampu menghadirkan manfaat nyata dan tercermin dalam hubungan yang harmonis, penuh kasih, serta saling menguatkan antar sesama.
Transformasi digital yang diusung Kementerian Agama bukan sekadar penyesuaian teknologi, melainkan upaya strategis untuk membangun pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, transparan, dan memberikan dampak positif. Ini sejalan dengan visi Kemenag untuk memperkuat kehidupan beragama yang rukun, cerdas, dan maslahat.
Transformasi Digital dalam Pelayanan Keagamaan
Fransiskus Kariyanto menjelaskan bahwa di era Society 5.0, teknologi harus menjadi mitra manusia. Tujuannya adalah untuk memperkuat kualitas kehidupan, pendidikan, dan ketahanan sosial, dengan tetap mengedepankan nilai maslahat sebagai orientasi utama dalam setiap implementasinya.
Kementerian Agama terus berupaya memperkuat kehidupan beragama yang rukun, cerdas, dan maslahat. Hal ini dilakukan melalui peningkatan mutu pendidikan agama, perluasan akses layanan keagamaan, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Berbagai layanan Kemenag kini telah terdigitalisasi secara komprehensif. Proses administrasi, pengarsipan, layanan kepegawaian, hingga usulan kenaikan pangkat kini dapat diakses secara digital. Ini memastikan masyarakat memperoleh layanan yang lebih efektif dan efisien.
Peran Strategis Katekis dan Program Prioritas Kemenag
Fransiskus Kariyanto juga memaparkan delapan program prioritas Kementerian Agama. Program-program ini mencakup penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, layanan keagamaan berdampak, pemberdayaan rumah ibadah, transformasi digital, serta reformasi birokrasi.
Seluruh program tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, program ini juga mendukung pembangunan nasional melalui penguatan nilai-nilai keagamaan yang luhur.
Guru agama Katolik dan penyuluh agama diakui sebagai mitra strategis pemerintah dan gereja. Mereka berperan krusial dalam membangun sumber daya manusia yang beriman, berkarakter, toleran, cinta damai, serta memiliki kepedulian sosial dan ekologis. Peningkatan kompetensi para katekis menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan keagamaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Komitmen Kemenag di Tengah Tantangan
Dalam bidang kesejahteraan, pemerintah terus menjamin hak-hak Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui sistem pembayaran gaji yang telah terdigitalisasi. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan sumber daya manusia.
Meskipun demikian, Fransiskus Kariyanto menyampaikan bahwa bantuan bagi katekis non-ASN yang sebelumnya tersedia harus dihentikan. Penghentian ini merupakan dampak dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang berlaku saat ini.
Walaupun ada tantangan tersebut, Kementerian Agama tetap berkomitmen untuk mencari berbagai alternatif dukungan. Tujuannya adalah agar pelayanan para katekis dapat terus berjalan secara optimal dan tidak terganggu oleh perubahan kebijakan anggaran.
Sumber: AntaraNews