Keluarga Selebgram Somasi RS Bhayangkara Buntut Hasil Visum Bocor ke Publik, Begini Tanggapan Rumah Sakit
RS Bhayangkara juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga NR terkait masalah visum.
Manajemen Rumah Sakit Bhayangkara Makassar melakukan investigas internal pasca disomasi oleh keluarga selebgram inisial NR buntut bocornya hasil visum et repertum ke publik. RS Bhayangkara juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga NR terkait masalah visum.
Kepala Sub Direktorat Pelayanan Medis Dokter Kepolisian RS Bhayangkara Makassar dr Joko Maharto memberikan klarifikasi terkait somasi yang dilayangkan keluarga selebgram NR karena bocornya hasil visum ke publik. Joko mengaku saat ini manajemen RS Bhayangkra Makassar sedang melakukan investigasi internal buntut bocornya hasil visum ke publik.
"RS Bhayangkara Makassar sedang melakukan investigasi internal, melalui langkah-langkah pelaporan ke SPKT, Unit Siber Ditkrimsus, dan Bid Propam Polda Sulsel. Ketiga, pihak RS Bhayangkara Makassar menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat dugaan kebocoran hasil visum et repertum," ujarnya kepada wartawan di RS Bhayangkara Makassar, Kamis (28/8).
Joko menegaskan semua proses investigasi sedang berlangsung. Terkait sanksi, Joko mengaku perlu menunggu hasil investigasi.
"Semua proses dan yang berkaitan dengan kasus tersebut sedang dilakukan pemeriksaan. Berkaitan dengan sanksi tegas, tergantung hasil penyelidikan yang sedang berlangsung. Kalau ada yang terlibat akan menghadapi kasus yang akan disangkakan kepadanya, sesuai dengan dugaan bocornya hasil visumnya," tuturnya.
Joko juga enggan mengira-ngira siapa yang membocorkan hasil visum NR ke publik. Ia menegaskan hasil investigasi akan diserahkan ke penyidik Polda Sulsel.
"Kita tidak bisa menduga-duga, karena proses penyelidikan masih terus berlangsung," ucapnya.
Sebelumnya, Kuasa hukum selebgram NR, Herman Nompo, menegaskan pihaknya telah menempuh jalur hukum. Sejumlah akun medsos yang mempublikasikan hasil visum akan dilaporkan ke polisi.
“Pertama, kami telah melaporkan sejumlah akun media sosial, baik TikTok maupun Instagram, serta beberapa media online terkait dugaan pelanggaran UU ITE karena menyebarkan berita bohong dan merugikan klien kami. Laporan sudah masuk dan kini kami menunggu proses dari pihak kepolisian,” kata Herman.
Selain itu, pihaknya juga melayangkan somasi resmi kepada RS Bhayangkara Makassar terkait bocornya hasil visum dan foto-foto medis NR.
“Data tersebut seharusnya menjadi rahasia medis. Kami menduga ada oknum yang tidak bertanggung jawab menyebarkannya. Jika tidak ada tindak lanjut, kami akan menempuh jalur hukum lebih lanjut,” tegasnya.
Herman menambahkan, pihaknya juga tengah menyiapkan laporan tambahan. Ia berharap aparat kepolisian bekerja profesional sehingga kasus ini dapat segera terang-benderang.
Saat ini, kata Herman, kondisi psikologis NR masih terganggu dan sedang menjalani pendampingan intensif dari psikolog.
Sementara itu Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Sulsel yang juga orang tua NR, Sri Rahayu Usmi, turut menyampaikan kekecewaannya atas bocornya foto hasil visum. Ia mengaku mendampingi anaknya saat proses visum dilakukan di RS Bhayangkara.
“Saya sempat bertanya ke dokter, apakah foto-foto ini bisa dijamin tidak keluar. Dokter menjawab hanya pihak keluarga yang bisa menyebarkan. Tapi kami keluarga jelas tidak pernah melakukannya,” ujarnya.
Sri Rahayu meminta pihak RS Bhayangkara melakukan investigasi internal, memberikan sanksi pada oknum yang diduga membocorkan data, serta menyampaikan klarifikasi resmi kepada publik.