Cepat Kilat! DVI Polda Jatim Identifikasi 12 Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny, Khofifah Beri Pujian

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kecepatan dan profesionalisme tim DVI Polda Jatim dalam mengidentifikasi 12 korban ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, membuat proses berjalan proaktif.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Cepat Kilat! DVI Polda Jatim Identifikasi 12 Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny, Khofifah Beri Pujian
Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kecepatan dan profesionalisme tim DVI Polda Jatim dalam mengidentifikasi 12 korban ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, membuat proses berjalan proaktif. (AntaraNews)

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi tinggi kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim. Apresiasi ini terkait kecepatan dan profesionalisme mereka dalam mengidentifikasi korban insiden ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo. Insiden tragis ini memerlukan penanganan cepat untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban yang berduka.

Pujian tersebut disampaikan Khofifah saat meninjau langsung proses identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya pada Senin malam. Ia menyoroti kerja keras tim DVI Polda Jatim yang telah berhasil mengidentifikasi belasan korban dalam waktu singkat. Proses identifikasi ini melibatkan berbagai tahapan kompleks, termasuk pengambilan sampel DNA untuk memastikan akurasi.

Khofifah menjelaskan bahwa tim DVI telah bekerja tanpa henti selama 24 jam penuh sejak posko post-mortem dipindahkan. Pemindahan ini dilakukan dari rumah sakit di Sidoarjo ke RS Bhayangkara Surabaya. Hal ini dilakukan untuk mendukung koordinasi lintas rumah sakit serta memanfaatkan kelengkapan tim dan luas area yang lebih memadai.

Kecepatan dan Profesionalisme Tim DVI Polda Jatim Diapresiasi

"Betapa kecepatan tim antemortem untuk bisa memberikan bantuan pada proses identifikasi," kata Khofifah, menyoroti efisiensi kerja tim. Ia menambahkan bahwa kerja tim DVI Polda Jatim, baik antemortem maupun postmortem, sangat cepat dan proaktif dalam penanganan insiden ini. Kecepatan ini menjadi kunci utama dalam memberikan kepastian identitas kepada keluarga korban.

Tim DVI Polda Jatim telah menunjukkan dedikasi luar biasa dengan bekerja 24 jam sehari tanpa henti. Hingga saat ini, sebanyak 12 korban telah berhasil diidentifikasi oleh tim yang profesional ini. Angka ini terdiri dari tujuh korban pada hari peninjauan Gubernur, dua korban sehari sebelumnya, dan tiga korban dua hari lalu, menunjukkan progres yang signifikan.

Proses identifikasi ini tidak hanya mengandalkan tim internal, tetapi juga melibatkan tim pakar dari berbagai disiplin ilmu. Tim forensik dari Universitas Airlangga turut serta dalam membantu rekonsiliasi data yang kompleks. Selain itu, dokter gigi juga dilibatkan untuk memastikan kecocokan identitas korban melalui data gigi, menambah akurasi hasil identifikasi.

Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan bencana seperti ini. Keterlibatan berbagai ahli dan fasilitas yang memadai di RS Bhayangkara Surabaya sangat membantu. Ini memastikan setiap tahapan identifikasi dilakukan secara cermat dan sesuai standar internasional.

Dukungan Lintas Sektor dan Pesan Empati untuk Keluarga Korban

Khofifah menegaskan bahwa proses identifikasi korban ambruknya Ponpes Al Khoziny merupakan kerja tim yang komplit dan profesional. Koordinasi yang baik antara tim DVI Polda Jatim dengan berbagai pihak, termasuk rumah sakit dan pakar, menjadi faktor penting. Dukungan ini memastikan kelancaran dan akurasi hasil identifikasi yang sangat dibutuhkan.

Gubernur juga menyampaikan pesan kepada keluarga korban yang masih menunggu hasil identifikasi. "Pesan sabar saja buat keluarga yang masih menunggu," ujarnya, seraya mendoakan para korban yang telah teridentifikasi. Ia berharap para korban dipanggil dalam keadaan mati syahid, mengingat mereka sedang mencari ilmu dan menjalankan ibadah.

Upaya identifikasi oleh tim DVI Polda Jatim akan terus dimaksimalkan dengan dukungan penuh dari berbagai pihak. Tim forensik dari berbagai rumah sakit di Jawa Timur siap memberikan bantuan dan keahlian mereka. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah provinsi dalam menangani insiden ini secara menyeluruh dan transparan demi kebaikan semua pihak.

Pentingnya kecepatan dalam proses identifikasi ini tidak hanya untuk memberikan kepastian hukum, tetapi juga untuk membantu proses pemulihan psikologis keluarga. Tim DVI Polda Jatim terus berupaya keras agar semua korban dapat teridentifikasi. Ini merupakan bagian dari upaya kemanusiaan yang mendalam.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi