Tim Dokes Polda Kalbar Rampungkan Identifikasi Korban Heli PK-CFX, Keluarga Menanti Penyerahan Jenazah
Tim Dokes Polda Kalbar berhasil menuntaskan proses identifikasi seluruh korban Heli PK-CFX yang jatuh di Sekadau. Kini, keluarga menanti penyerahan jenazah setelah rekonsiliasi akhir.
Tim Dokes Polda Kalimantan Barat (Kalbar) secara resmi mengumumkan keberhasilan menuntaskan proses identifikasi seluruh korban kecelakaan helikopter PK-CFX. Insiden tragis yang menyita perhatian publik ini terjadi di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, dengan medan yang cukup menantang. Saat ini, Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar tengah menunggu tahap rekonsiliasi akhir sebelum jenazah dapat diserahkan kepada pihak keluarga yang berduka.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar, Kombes Pol dr J Ginting, secara langsung mengonfirmasi keberhasilan identifikasi tersebut kepada media. Delapan penumpang yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak kini telah teridentifikasi dengan jelas, memberikan kejelasan bagi keluarga. Proses identifikasi yang kompleks ini melibatkan tim Biddokkes serta empat dokter forensik yang bekerja secara profesional dan teliti.
Di sisi lain, Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menyatakan bahwa seluruh tim SAR gabungan telah menuntaskan operasi evakuasi. Pengangkatan seluruh korban dilakukan dari lokasi kejadian yang memiliki medan sangat berat dan terjal. Soliditas serta koordinasi yang kuat antar tim gabungan menjadi kunci utama kelancaran operasi kemanusiaan yang penuh tantangan ini.
Proses Identifikasi Korban Heli PK-CFX Berjalan Optimal
Kombes Pol dr J Ginting menjelaskan bahwa proses identifikasi korban Heli PK-CFX dilaksanakan dengan standar tertinggi dan secara optimal. Tim identifikasi dari Rumah Sakit Bhayangkara dan Biddokkes telah mengerahkan seluruh kemampuan dan bekerja maksimal tanpa henti. Berkat kerja keras ini, mereka berhasil mengidentifikasi kedelapan penumpang yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak, memberikan kepastian yang sangat dinantikan.
Delapan korban yang telah teridentifikasi mencakup Joko Catur Prasetyo, Charles Dominson Lakidang, serta Patrick Kee Chuan Peng, seorang warga negara Malaysia. Selain itu, ada Victor Tan Keng Liam, Capt Marindra Wibowo sebagai pilot, dan Harun Arasyd sebagai kopilot. Dua korban lainnya yang juga telah diidentifikasi adalah Fauzi Organta dan Sugito, melengkapi daftar nama-nama korban.
Meskipun identifikasi nama-nama telah rampung, Ginting menegaskan bahwa proses ini belum sepenuhnya selesai secara administratif. Pihak rumah sakit masih menunggu tahap rekonsiliasi yang krusial. Tahap ini merupakan pencocokan akhir yang teliti antara data antemortem, yaitu data sebelum kematian, dan postmortem, data setelah kematian, untuk memastikan akurasi maksimal.
Ginting menambahkan bahwa secara teknis, tidak ada kendala berarti yang menghambat proses identifikasi. Namun, satu korban warga negara asing masih memerlukan verifikasi tambahan yang lebih mendalam. Verifikasi ini akan dilakukan melalui data sidik jari yang diperoleh dari negara asalnya, guna memastikan identitas secara absolut dan sesuai prosedur internasional.
Evakuasi Dramatis dari Medan Sulit
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, mengungkapkan betapa besarnya tantangan dalam operasi evakuasi korban Heli PK-CFX. Seluruh tim SAR gabungan telah berhasil menuntaskan proses evakuasi seluruh korban dari lokasi kejadian. Lokasi jatuhnya helikopter berada di puncak bukit dengan kondisi medan yang sangat berat, terjal, dan sulit dijangkau, menuntut kehati-hatian ekstra.
Proses pengangkatan korban dari puing-puing helikopter memerlukan strategi khusus dan kehati-hatian tinggi untuk menghindari risiko tambahan. Operasi evakuasi yang intens ini akhirnya dapat diselesaikan pada Kamis malam, tepatnya pukul 22.00 WIB, setelah berhari-hari bekerja tanpa henti. Keberhasilan ini secara jelas menunjukkan dedikasi dan ketangguhan tinggi dari seluruh personel yang terlibat.
Junetra secara tegas menyatakan bahwa kelancaran operasi evakuasi tidak lepas dari sinergi luar biasa seluruh unsur yang terlibat. Berbagai pihak turut serta, mulai dari personel TNI, Polri, hingga instansi terkait lainnya, bekerja bahu-membahu. Ini adalah bukti nyata soliditas dan profesionalisme tim SAR gabungan dalam menjalankan misi kemanusiaan yang sangat penting ini.
Apresiasi yang setinggi-tingginya disampaikan kepada seluruh personel yang terlibat dalam proses evakuasi. Mereka bekerja tanpa henti, siang dan malam, di tengah keterbatasan medan dan kondisi lapangan yang ekstrem. Misi kemanusiaan ini berhasil dituntaskan berkat kerja keras kolektif, semangat pantang menyerah, dan koordinasi yang sangat baik di antara semua pihak.
Sumber: AntaraNews