Dokter Magang Dianiaya Dokter Senior saat Berdinas di RS, Kemaluannya sampai Luka
Kejadian pun viral dan menjadi sorotan netizen di media sosial.
Seorang dokter yang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) diduga mengalami kekerasan fisik hingga mengalami luka cukup parah. Terduga pelaku tak lain adalah konsulennya sendiri. Peristiwa itu terungkap dari unggahan di akun Instagram @ppdsgramm.
Kejadian pun viral dan menjadi sorotan netizen. Aksi penganiayaan diketahui terjadi begitu saja saat korban yang merupakan PPDS datang melakukan visit pasien atau kunjungan ke pasien rawat inap.
Dalam narasi yang beredar diketahui korbannya mengalami pendarahan akibat kekerasan tersebut hingga harus masuk Instalansi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Mohammad Hoesain Palembang.
"Ada kejadian kekerasan terhadap PPDS anestesi Unsri yang dilakukan oleh konsulennya sendiri sampai korban kesakitan dan masuk IGD di mana testisnya sampai hematom," begitu narasi yang tertulis dalam unggahan di akun @ppdsgramm dilihat merdeka.com, Selasa (22/4).
Kasus Diinvestigasi
Dalam unggahan itu pelapor menyebut kasus ini sedang dalam investigasi baik oleh kampus maupun tempatnya bertugas, yakni RSMH Palembang.
"Saat ini (kasus) korban sedang diinvestigasi oleh satuan pemeriksa internal (SPI) RSMH," kata dia.
Koordinator Humas RSMH Palembang Akhmad Suhaimi membenarkan dugaan kekerasan itu.
Namun pihaknya belum menerima laporan dari korban secara resmi.
"Kami akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan petugas di lapangan untuk memastikan lingkungan kerja tetap aman dan kondusif bagi seluruh tenaga kesehatan mapun pasien dan keluarga," kata Suhaimi.
Masalah Pribadi
Suhaimi menyebut informasi yang beredar dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi beberapa pihak. Oleh sebab itu, RSMH meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi.
Suhaimi tidak ingin ada spekulasi yang berlebihan dari kasus tersebut. Terlebih dulu hingga proses klarifikasi yang dilakukan keluar dari yang berwenang.
"Apabila benar terjadi permasalahan yang bersifat pribadi antar individu, kami berharap hal tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik dan kekeluargaan tanpa mengganggu pelayanan kesehatan di RSMH," kata Suhaimi lagi.