Kasus Mutilasi Wanita di Ngawi Diduga Dilakukan di Kota Kediri, Kepala Korban Ditemukan di Trenggalek
Korban diduga dimutilasi di sebuah kamar hotel di Kediri.
Penyelidikan atas kasus mutilasi wanita yang jasadnya ditemukan di dalam koper merah di Ngawi, Jawa Timur, mengungkap dugaan mengejutkan bahwa pembunuhan keji tersebut dilakukan di Kota Kediri.
Korban, yang diketahui bernama Uswatun Hasanah, warga Blitar, diduga dimutilasi di sebuah kamar hotel di kawasan Semampir, Kota Kediri, sebelum bagian tubuhnya dibuang di beberapa lokasi berbeda.
Kamar hotel yang diduga menjadi tempat kejadian perkara telah dipasangi garis polisi. Tim Jatanras Polda Jatim dan Polres Kediri Kota hingga kini masih melakukan penyelidikan mendalam di lokasi tersebut.
Belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Kediri Kota, namun sejumlah barang bukti telah diamankan untuk mendukung proses penyidikan.
Lilin, seorang pedagang makanan di sekitar hotel, mengaku mengenali korban dari foto yang beredar.
“Korban pernah datang ke warung saya untuk beli soto. Pagi dan siang saja dia datang, tapi orangnya diam, tidak banyak bicara,” ungkap Lilin.
Ia tidak mengetahui lebih lanjut tentang korban atau kapan tepatnya terakhir kali korban ke warungnya.
Pelaku Tertangkap, Kepala Korban Ditemukan di Trenggalek
Setelah melakukan penyelidikan intensif, pelaku akhirnya diringkus oleh Tim Polda Jatim di wilayah Madiun pada Sabtu malam, 25 Januari 2025. Penangkapan ini menjadi titik terang dalam kasus yang telah menggemparkan masyarakat tersebut.
Berdasarkan keterangan pelaku, polisi menemukan potongan kepala korban yang sebelumnya hilang di tepi jalan Desa Slawe, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.
Menurut keterangan sementara dari pihak kepolisian, pelaku diduga memiliki hubungan tertentu dengan korban. Namun, motif pelaku masih didalami. Penemuan bagian tubuh korban di lokasi yang terpisah mengindikasikan adanya rencana matang dalam eksekusi kejahatan ini.
Sementara itu jasad Uswatum Hasanah perempuan 29 tahun yang menjadi korban mutilasi di Ngawi telah dimakamkan di Desa Sidodadi Kecamatan Garum Kabupaten Blitar setelah sebelumnya dilakukan visum di RSUD dr Soeroto, Ngawi.
Sekitar pukul 23.00 WIB , Sabtu (25/1) jenazah tanpa kepala Uswatun Khasanah disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka sekitar setelah itu langsung dimakamkan di tempat pemakaman desa setempat.
Dari hasil tes DNA juga dipastikan bahwa jasad perempuan itu adalah warga Kecamatan Garum Kabupaten Blitar.
“Sedih, tidak menyangka anak saya pergi seperti ini,” ucap Nur Khalim ayah korban sembari meratapi kepergian putri tercintanya.
Kepergian Uswatun Hasanah ( 29) secara tragis ini benar-benar menyayat hati Nur Khalim. Bagaimana tidak, baru satu pekan lalu Nur Khalim bertemu dengan anaknya itu.
Dalam pertemuan itu tidak ada ungkapan khusus yang diucapkan oleh perempuan berusia 29 tahun tersebut. Namun siapa sangka pertemuan itu adalah yang terakhir kalinya, sebelum anaknya ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan.
“Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia itu begitu penyayang dengan keluarga, anaknya baik banget,” ucapnya sembari menghapus air matanya.
Informasi yang diperoleh merdeka.com, kepala korban masih dalam perjalanan menuju Blitar dan akan dimakamkan menyusul.