Kapolda PBD Perintahkan Penertiban Miras Selama Ramadhan di Papua Barat Daya untuk Jaga Kamtibmas
Kapolda PBD Brigjen Pol Gatot Haribowo menginstruksikan seluruh jajaran Polres untuk melakukan penertiban miras selama Ramadhan di Papua Barat Daya guna menciptakan kamtibmas yang kondusif, memberikan kenyamanan bagi umat Muslim menjalankan ibadah.
Kepolisian Daerah Papua Barat Daya (PBD) mengambil langkah tegas menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Kapolda PBD, Brigjen Pol Gatot Haribowo, secara resmi memerintahkan seluruh jajaran Polres untuk menertibkan peredaran minuman keras (miras) di wilayah hukumnya. Instruksi ini bertujuan utama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama periode ibadah puasa dan perayaan Idul Fitri.
Penertiban miras ini secara khusus menyasar minuman beralkohol yang tidak memiliki izin edar dan marak beredar di tengah masyarakat. Langkah proaktif ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga, khususnya umat Muslim yang akan menjalankan ibadah. Fokus utama adalah menciptakan lingkungan yang kondusif dan bebas dari potensi gangguan kamtibmas.
Brigjen Gatot Haribowo menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian integral dari upaya kepolisian dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Hal tersebut akan berlaku mulai dari awal Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Pengamanan ini mencakup berbagai aspek, tidak hanya penertiban miras semata.
Penertiban Miras Tak Berizin untuk Kenyamanan Warga
Kapolda PBD, Brigjen Pol Gatot Haribowo, telah memberikan arahan jelas kepada para Kapolres di jajarannya. Arahan tersebut adalah untuk segera menindaklanjuti penertiban miras, terutama yang tidak memiliki izin resmi dan sering ditemukan beredar luas di masyarakat. Tujuannya adalah untuk memastikan kenyamanan warga selama bulan suci Ramadhan.
Langkah ini merupakan bagian krusial dari strategi kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan. Situasi yang aman dan kondusif sangat penting, terutama bagi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Penegakan aturan terkait peredaran miras ilegal menjadi prioritas utama.
Kepolisian berharap penertiban ini dapat meminimalisir potensi gangguan kamtibmas yang seringkali dipicu oleh konsumsi minuman keras. Dengan demikian, masyarakat dapat fokus beribadah dan beraktivitas tanpa rasa khawatir. Ini juga sebagai upaya preventif terhadap tindak kriminalitas.
Peningkatan Patroli dan Pengawasan Kamtibmas
Selain fokus pada penertiban miras, jajaran kepolisian di Papua Barat Daya juga akan meningkatkan intensitas patroli. Patroli ini akan difokuskan pada titik-titik rawan yang berpotensi menjadi lokasi gangguan keamanan. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas.
Kepolisian juga akan mengintensifkan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) serta razia penyakit masyarakat. Pengawasan ketat akan diterapkan terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas lainnya yang dapat muncul selama periode Ramadhan dan Idul Fitri. Ini termasuk kegiatan yang melanggar norma sosial dan hukum.
Imbauan khusus juga akan diberikan kepada masyarakat yang berencana mudik untuk merayakan Idul Fitri. Warga diimbau untuk memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan dalam waktu lama. Hal ini untuk mencegah terjadinya pencurian atau hal-hal yang tidak diinginkan.
Pengamanan Pusat Keramaian dan Kelancaran Arus Mudik
Menjelang Idul Fitri, aktivitas masyarakat akan mengalami peningkatan signifikan, terutama di pusat-pusat keramaian. Oleh karena itu, pengamanan akan diperkuat di lokasi strategis seperti pasar, terminal, pelabuhan, dan tempat ibadah. Peningkatan pengamanan ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan massa.
Pengaturan lalu lintas juga akan menjadi fokus utama untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik. Pelayanan kepada pemudik akan ditingkatkan guna menjamin perjalanan mereka aman dan nyaman. Kepolisian akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk hal ini.
Brigjen Gatot menjelaskan bahwa penerapan langkah-langkah pengamanan ini didasarkan pada pengalaman sebelumnya. Pengamanan perayaan hari besar keagamaan, seperti Natal, menjadi acuan dalam menyusun strategi ini. Diharapkan situasi kamtibmas di Papua Barat Daya tetap terjaga dengan baik.
Sumber: AntaraNews