Kepolisian Resor Garut (Polres Garut) secara signifikan meningkatkan patroli pengamanan di wilayah perkotaan. Peningkatan ini dilakukan menjelang bulan suci Ramadhan guna memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menciptakan kondisi kondusif bagi warga Garut.
Fokus pengamanan berada di pusat-pusat keramaian dan titik rawan gangguan keamanan di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Langkah proaktif ini diambil untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Terutama saat memasuki malam akhir pekan yang kerap menjadi jam rawan.
Kepala Seksi Humas Polres Garut, Ipda Susilo Adhi, menjelaskan bahwa patroli ini merupakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Operasi tersebut berhasil menyita puluhan botol minuman keras, kendaraan tanpa surat, dan knalpot bising, serta mengamankan sejumlah individu terkait premanisme.
Advertisement
Advertisement
Polres Garut mengintensifkan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai respons terhadap potensi peningkatan aktivitas masyarakat menjelang Ramadhan. Patroli ini menyasar jam-jam rawan, baik malam, dini hari, maupun siang hari, di area perkotaan yang menjadi pusat kegiatan warga. Tujuannya adalah mencegah berbagai bentuk gangguan keamanan yang dapat meresahkan.
Patroli gabungan ini melibatkan 422 personel dari berbagai unsur, termasuk kepolisian, TNI, dan aparatur pemerintah daerah. Seluruh operasi dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Resor Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto. Sinergi antarinstansi ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keamanan wilayah.
Beberapa titik strategis menjadi fokus utama patroli, termasuk lokasi yang disinyalir rawan balapan liar, premanisme, dan peredaran minuman keras. Petugas juga melakukan penindakan terhadap penggunaan knalpot bising yang seringkali mengganggu ketenangan masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat meminimalisir potensi gangguan kamtibmas.
Advertisement
Advertisement
Dalam operasi yang digelar Sabtu malam hingga Minggu dini hari, Polres Garut berhasil mengamankan berbagai barang bukti dan pelaku pelanggaran. Sebanyak 35 botol minuman keras berhasil disita, menunjukkan upaya serius dalam memberantas peredaran miras ilegal. Penindakan ini merupakan bagian dari menjaga moral dan ketertiban umum.
Selain itu, 15 unit kendaraan roda dua disita karena tidak dilengkapi surat resmi, dan 31 knalpot bising turut diamankan. Tindakan ini bertujuan untuk menertibkan lalu lintas dan mengurangi polusi suara yang mengganggu. Petugas juga memberikan imbauan terkait kewaspadaan terhadap kejahatan C3 (curas, curat, dan curanmor).
Tidak hanya itu, 10 orang yang terlibat aktivitas premanisme berhasil diamankan oleh petugas. Mereka kemudian didata dan diberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya. Langkah ini menunjukkan pendekatan humanis namun tegas dari aparat kepolisian dalam menjaga keamanan.
Advertisement
Advertisement
Patroli pengamanan yang ditingkatkan ini menjadi bagian integral dari upaya cipta kondisi kamtibmas menjelang Ramadhan. Polres Garut bertekad memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman, khususnya saat malam akhir pekan. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan.
Selain patroli mobilisasi, petugas juga melaksanakan patroli Blue Light di jalur rawan dan menyiagakan mobil patroli di titik tertentu. Patroli jalan kaki juga dilakukan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, membangun komunikasi, dan menyerap informasi. Pendekatan ini memperkuat hubungan antara polisi dan warga.
Ipda Susilo Adhi berharap bahwa patroli intensif ini akan meningkatkan rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan. Komitmen Polres Garut untuk menjaga ketertiban umum dan keamanan menjelang bulan suci Ramadhan sangatlah tinggi. Hal ini demi terciptanya lingkungan yang kondusif bagi semua.
Advertisement
Sumber: AntaraNews