Jawaban Zakir Naik soal Mualaf yang Orangtuanya Non Muslim
“Jika ada non-Muslim yang hadir malam ini, silakan maju terlebih dahulu," kata Zakir Naik.
Ulama kontroversial asal India, Dr. Zakir Abdul Karim Naik menggelar safari dakwah di Indonesia. Tausiah pertamanya dimulai di Edutorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Selasa (8/7) malam.
Dalam setiap dakwahnya, Zakir memberikan kesempatan kepada para non muslim untuk hadir. Bukan cuma itu, dia juga memberikan waktu khusus bagi para non muslim untuk bertanya.
“Jika ada non-Muslim yang hadir malam ini, silakan maju terlebih dahulu. Mereka adalah tamu kehormatan dan memiliki hak istimewa untuk bertanya tanpa harus mengantre,” ujar Dr. Zakir Naik.
Mualaf Bertanya
Momen haru terjadi ketika seorang mualaf asal Solo, Sri Hartono, yang kini bekerja sebagai karyawan swasta. Ia menyampaikan keresahannya kepada Dr. Zakir Naik tentang bagaimana ia dapat memperkuat keimanannya setelah menjadi Muslim.
“Saya ingin menjadi Muslim yang lebih kuat dan lebih memahami tauhid dengan benar,” ucapnya dengan penuh harap.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Zakir Naik memberikan nasihat mendalam. Ia menyarankan agar Hartono membaca Al-Qur’an setiap hari disertai pemahaman makna, serta memahami arti bacaan shalat untuk menumbuhkan kekhusyukan dalam ibadah.
Tak lupa, ia juga menganjurkan Hartono untuk bergabung dengan komunitas Muslim yang aktif agar mendapatkan pendampingan spiritual yang lebih kuat.
“Saya ucapkan selamat datang ke dalam Islam. Setiap dosa anda di masa lalu telah diampuni. Teruslah membaca Al-Qur’an dengan pemahaman, dan bangun hubungan yang lebih dekat dengan Allah melalui shalat dan komunitas Muslim yang baik,” pesan Dr. Zakir Naik, disambut tepuk tangan meriah hadirin.
Orangtua Minta Diantar ke Gereja
Pertanyaan lanjutan diajukan Hartono mengenai sikap terhadap orang tua non-Muslim yang ingin diantar ke gereja pun dijawab dengan penjelasan berdasarkan Al-Qur’an.
Ia menegaskan bahwa seorang Muslim tetap wajib berbuat baik kepada orang tua, selama tidak diminta melakukan hal yang bertentangan dengan ajaran Islam.
“Kalau orang tua meminta untuk diantar ke tempat ibadah selain masjid, kita boleh menolak dengan cara yang santun. Tapi setelah mereka selesai, kita tetap bisa menjemput mereka pulang sebagai bentuk kasih sayang,” terang Dr. Zakir Naik.
Ia juga menguatkan bahwa tugas seorang Muslim hanyalah menyampaikan dakwah, sementara hidayah adalah urusan Allah.
“Nabi Muhammad sendiri tidak mampu memberikan hidayah kepada pamannya. Maka, jangan bersedih jika orang tua tidak sempat menerima Islam. Jika Anda sudah berdakwah, pahala Anda tetap utuh,” tuturnya