Jasa Marga Perkuat Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
Inisiatif keberlanjutan yang dijalankan perusahaan merupakan bagian dari upaya menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan secara berkelanjutan.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat komitmennya dalam pengelolaan infrastruktur berkelanjutan melalui pengembangan Green Toll Road, program Green Corridor, serta transformasi rest area ramah lingkungan di berbagai wilayah operasional perusahaan.
Komitmen tersebut ditandai dengan kegiatan penanaman pohon serentak yang dilakukan sepanjang Juni 2026 dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Seremoni utama kegiatan digelar di Travoy Rest Area KM 792A Jalan Tol Gempol–Pasuruan, Jawa Timur dikutip Kamis (25/6).
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, berbagai inisiatif keberlanjutan yang dijalankan perusahaan merupakan bagian dari upaya menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan secara berkelanjutan.
“Menanam pohon adalah bagian dari investasi jangka panjang untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Seluruh inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya Jasa Marga dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan, dan para pemangku kepentingan terkait secara sustainable,” ujar Rivan.
Pada kegiatan di Travoy Rest Area KM 792A, Jasa Marga menanam 200 pohon pule yang dipilih karena memiliki kemampuan penyerapan karbon dan produksi oksigen yang tinggi, sistem perakaran yang kuat, serta perawatan yang relatif mudah.
Penanaman tersebut merupakan bagian dari program penghijauan lebih dari 7.000 pohon yang dilakukan di berbagai ruas jalan tol dan rest area Jasa Marga Group sepanjang 2026.
Menurut Rivan, program penghijauan yang dijalankan memberikan manfaat ekologis yang terukur, mulai dari peningkatan kualitas udara hingga penambahan ruang terbuka hijau.
"Program penghijauan yang dilakukan memiliki manfaat yang terukur di antaranya menghasilkan manfaat ekologis berupa peningkatan kualitas udara, penambahan ruang terbuka hijau, peningkatan daya resap air, serta mampu memberikan pengukuran dampak lingkungan yang lebih akurat sebagai bukti nyata dari implementasi ESG Perseroan," katanya.
Untuk mendukung program tersebut, Jasa Marga mulai menerapkan sistem monitoring digital yang mampu mengukur jejak karbon, memantau pertumbuhan pohon secara berkala, serta menghitung potensi penyerapan karbon (carbon offset). Sistem ini menjadi fondasi pengembangan Green Corridor yang akan diterapkan secara bertahap di seluruh lokasi penghijauan perusahaan.
Sepanjang tiga tahun terakhir, Jasa Marga secara konsisten menjalankan program penanaman pohon. Perseroan mencatat telah menanam 14.267 pohon pada 2023, meningkat menjadi 50.762 pohon pada 2024, dan 31.130 pohon pada 2025.
Selain penghijauan, Jasa Marga juga melanjutkan transformasi kawasan rest area menjadi ruang publik yang lebih modern, nyaman, dan berkelanjutan.
"Selain memperkuat koridor hijau di sepanjang jalan tol, Jasa Marga juga terus mentransformasikan kawasan rest area menjadi ruang publik yang lebih modern, nyaman, dan bernilai ekonomi. Revitalisasi Travoy Rest mengintegrasikan aspek pelayanan, pemberdayaan UMKM hingga keberlanjutan lingkungan. Revitalisasi tersebut juga merupakan bagian dari pengembangan Green Toll Road yang tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jalan tol, namun sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)," tutup Rivan.
Revitalisasi Travoy Rest Area mencakup penataan fasad tenant UMKM, pembaruan signage dan lanskap kawasan, peningkatan kualitas fasilitas umum, serta penguatan kompetensi petugas layanan. Kawasan tersebut juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti SPBU, SPKLU, ATM Center, klinik kesehatan, ruang terbuka hijau, area ibadah, restoran, dan area istirahat yang lebih nyaman.
Transformasi rest area juga memberikan kontribusi positif terhadap kinerja bisnis perusahaan. Pada 2025, pendapatan usaha lain yang berasal dari bisnis rest area mencapai Rp783,2 miliar atau tumbuh 21,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp643,6 miliar.
Jasa Marga menegaskan seluruh inisiatif tersebut sejalan dengan upaya menciptakan nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur hijau di Indonesia.