Hujan Deras 3 Jam Rendam Sejumlah Kecamatan di Bandar Lampung
Banjir sepinggang rendam sejumlah wilayah di Bandar Lampung, Jumat (6/3). Akses tol terhambat dan tembok sekolah roboh akibat hujan deras berdurasi tiga jam.
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Bandar Lampung pada Jumat (6/3/2026) sore memicu banjir di berbagai titik strategis.
Guyuran hujan selama tiga jam, mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB, mengakibatkan debit air meningkat drastis hingga mencapai pinggang orang dewasa.
Sejumlah wilayah yang terdampak parah meliputi Kecamatan Rajabasa, Kedaton, Sukarame, hingga Sukabumi.
Berdasarkan laporan video yang beredar, banjir bahkan merubuhkan tembok bangunan sekolah dan merendam akses masuk pintu tol Kota Baru, yang sempat menghambat arus lalu lintas.
Banjir Jadi Langganan, Pemerintah Belum Ada Tindakan
Di wilayah Rajabasa, ketinggian air yang masuk ke permukiman warga dilaporkan terus berulang setiap kali hujan lebat melanda.
Warga setempat menilai belum ada langkah konkret dari pemerintah daerah untuk membenahi sistem drainase yang menjadi akar permasalahan.
"Di sini sudah langganan, kalau hujannya deras dan lama pasti banjir. Airnya cepat naik dan masuk rumah warga disini," ungkap Aji (29), warga Kecamatan Rajabasa.
Aji menyayangkan kondisi yang tidak kunjung berubah meskipun banjir terjadi secara periodik.
“Sampai ini belum ada solusi yang benar-benar terasa dari pemerintah. Karena setiap terjadi hujan deras pasti daerah kami selalu banjir, bahkan sampai sepinggang,” tambahnya.
Penjelasan BMKG dan Peringatan Cuaca Ekstrem
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II, Nanang Buchori, menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan dampak hidrometeorologis dari akumulasi curah hujan yang melampaui kapasitas tampung drainase kota.
"Akumulasi curah hujan yang tinggi dalam durasi relatif singkat menyebabkan kapasitas drainase di beberapa wilayah tidak mampu menampung aliran air secara optimal, sehingga terjadi limpasan permukaan yang mengakibatkan genangan dengan ketinggian bervariasi," jelas Nanang.
Pihak BMKG pun mengeluarkan imbauan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, termasuk angin puting beliung dan hujan es yang dapat memicu tanah longsor serta pohon tumbang.
"Khusus untuk daerah bertopografi curam/bergunung atau rawan longsor agar tetap waspada khususnya pada kejadian hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang terjadi selama beberapa hari berturut-turut," pungkasnya.