Disnaker Lampung Gencarkan Pelatihan Vokasi di 33 Titik untuk Tingkatkan Serapan Tenaga Kerja

Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung mengintensifkan program Pelatihan Vokasi Lampung di 33 titik. Langkah ini bertujuan mempercepat serapan tenaga kerja produktif ke pasar kerja, didukung APBD dan APBN.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Disnaker Lampung Gencarkan Pelatihan Vokasi di 33 Titik untuk Tingkatkan Serapan Tenaga Kerja
Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung mengintensifkan program Pelatihan Vokasi Lampung di 33 titik. Langkah ini bertujuan mempercepat serapan tenaga kerja produktif ke pasar kerja, didukung APBD dan APBN. (AntaraNews)

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Lampung mengumumkan inisiatif penting. Mereka menyelenggarakan pelatihan vokasi di 33 titik di seluruh daerah. Langkah ini bertujuan untuk memperbanyak serapan tenaga kerja produktif ke pasar kerja.

Kepala Disnaker Provinsi Lampung, Agus Nompitu, menegaskan komitmen tersebut di Bandarlampung. Ia menyatakan bahwa percepatan realisasi anggaran sangat penting. Ini berkorelasi langsung dengan penyerapan tenaga kerja produktif ke pasar kerja.

Pelatihan ini mencakup 13 kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Program ini dirancang untuk membekali masyarakat dengan keterampilan yang relevan. Tujuannya agar mereka siap bersaing di dunia kerja.

Peningkatan Kapasitas Melalui Anggaran Daerah

Disnaker Provinsi Lampung secara aktif memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dana ini dialokasikan untuk kegiatan peningkatan kapasitas tenaga kerja. Pelaksanaan pelatihan vokasi menjadi fokus utama program ini.

Pelatihan vokasi tersebut tersebar di 33 lokasi strategis. Lokasi-lokasi ini mencakup berbagai wilayah di 13 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Salah satu kejuruan yang menjadi prioritas adalah pelatihan pengelasan.

Fokus pada kejuruan spesifik seperti pengelasan menunjukkan respons Disnaker. Mereka berupaya memenuhi kebutuhan industri lokal. Ini sekaligus memberikan keterampilan yang dibutuhkan pasar kerja.

Dukungan Anggaran Nasional untuk Kompetensi Tenaga Kerja

Selain APBD, program peningkatan kapasitas tenaga kerja juga didukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana APBN dialokasikan untuk menyelenggarakan berbagai pelatihan. Pelatihan ini ditujukan bagi tenaga kerja di daerah.

Pelatihan yang bersumber dari APBN dirancang berbasis kompetensi. Kurikulumnya disesuaikan dengan kebutuhan keterampilan yang ada di pasar kerja. Ini memastikan relevansi dan efektivitas program.

Pendekatan berbasis kompetensi penting untuk menciptakan tenaga kerja terampil. Mereka akan memiliki keahlian yang diakui. Hal ini akan meningkatkan daya saing individu di dunia kerja.

Peran Balai Latihan Kerja dalam Pengembangan Keterampilan

Peningkatan keterampilan tenaga kerja juga dilakukan melalui empat Balai Latihan Kerja (BLK). BLK ini berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Lampung. Keberadaan BLK sangat vital dalam ekosistem pelatihan.

Keempat balai latihan kerja tersebut meliputi Balai Latihan Kerja Bandarlampung, Balai Latihan Kerja Kalianda, Balai Latihan Kerja Way Abung Lampung Utara, dan Balai Latihan Kerja Metro. Masing-masing BLK memiliki kejuruan spesifik.

Dana APBN dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan di BLK ini. Berbagai kejuruan ditawarkan sesuai dengan fasilitas dan spesialisasi masing-masing balai. Ini memberikan pilihan yang beragam bagi calon tenaga kerja.

Melalui sinergi program APBD, APBN, dan peran aktif BLK, Disnaker Lampung berupaya maksimal. Mereka ingin menciptakan angkatan kerja yang kompeten. Ini diharapkan mampu mengisi kebutuhan pasar kerja secara optimal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi