Hilal Belum Terlihat di Bali dan Kupang
Pemantauan hilal di Bali dilakukan dengan dua alat teleskop.
Tim rukyatul dari BMKG Stasiun Geofisika Kupang dan Kementerian Agama Nusa Tenggara Timur (NTT), belum berhasil melihat hilal yang menjadi penentu awal Ramadan 1446 Hijriah. Meskipun, pemantauan hilal sudah dilakukan sejak pukul 15.00 WITA.
Pemantauan rukyatul hilal yang dilakukan di rooftop kantor BMKG Stasiun Kupang menggunakan tiga teropong. Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama menjelaskan, posisi hilal tidak teramati karena ufuk barat tertutup awan tebal.
Dia menyebut, parameter hilal untuk waktu konjungsi adalah pukul 18:44:38 WITA, kemudian waktu terbenam matahari adalah pukul 18:07:03 WITA.
"Kemudian waktu terbenam bulan adalah pukul 18:24:17 Wita dengan azimut matahari 261,934 derajat dan azimut bulan adalah 263,872 derajat dengan ketinggian hilal di 43,467 derajat dan elongasi di 3,92 derajat," jelas Arief, Jumat (28/2).
Kakanwil Kemenag NTT, Reginardus Serang menambahkan, hasil pengamatan hari ini telah diputuskan oleh hakim tunggal dari Pengadilan Agama Kelas A Kupang, untuk selanjutnya diserahkan kepada Kementerian Agama di Jakarta.
"Laporan dari Kupang ini menjadi salah satu data dari 125 titik di seluruh Indonesia dalam rangka pelaksanaan sidang isbat malam ini yang akan dipimpin langsung oleh Bapak Menteri Agama," kata Reginardus.
Posisi Hilal di Bali
Tak hanya di Kupang, posisi hilal di Bali juga belum terlihat. Pemantauan rukyatul hilal dilaksanakan di Pantai Patra Jasa, di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali.
Pemantauan dilakukan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Bali dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah lll Denpasar, Bali.
Pemantauan hilal dilakukan dengan dua alat teleskop. Hingga pukul 18.40 WITA, rukyatul hilal saat diteropong belum muncul atau tidak terlihat.
“Cuaca yang ada sangat cerah sesungguhnya. Tetapi memang karena dari tinggi hilal sudah 3,75 derajat, kemudian elongasi 4,26 derajat sehingga hilal tidak tampak di Provinsi Bali," kata Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kanwil Kemenang Provinsi Bali, Abu Siri.
Dia menerangkan, pemantauan hilal dilaksanakan 18 menit dari pukul 18:40 WITA hingga pukul 18:58 WITA.
"Sekitar 18 menit. Kita amati sampai terakhir habis waktunya dan bulan tidak tampak. Terlihatnya pengamatannya dari 18.40 WITA sampai terakhir pengamatan 18 menit tidak kelihatan," imbuhnya.
Dia menyebutkan, untuk selanjutnya masyarakat diminta untuk menunggu sidang isbat penetapan awal Ramadan 1446 H pada hari ini.
"Selanjutnya menunggu sidang isbat yang dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta," ujarnya.
Hilal di Bali Biasanya Terlihat Jika Ketinggian Capai 6 Derajat
Sementara, Ein Nuzulul Laily selaku Ketua Pokja Manajemen Operasi Geofisika BBMKG Wilayah III Denpasar mengatakan, bahwa memang cuaca di sini cukup cerah.
"Namun kenapa tidak terlihat, karena untuk ketinggian hilal sendiri itu masih di 3,75 derajat dan itu potensi untuk terlihatnya kecil, kalau dari alat kami," ujarnya.
Dia menyebutkan, hilal biasanya terlihat di ketinggian 6 hingga 7 derajat tetapi untuk saat ini ketinggian hilal 3,75 derajat sehingga tidak terlihat.
"Untuk yang pernah kami alami itu kita pernah di 6 derajat, kalau di sini pernah itu 7 derajat juga lalu kita pernah juga di daerah Mataram (NTB)," ujarnya.
Laily juga menyampaikan, kemungkinan hilal akan terlihat di Aceh yang ketinggian hilalnya sekitar 4,6 derajat.
"Kalau di Aceh sendiri itu untuk tingginya sekitar 4,6 derajat kalau enggak salah, seharusnya bisa terlihat dan kemungkinan terlihatnya lebih besar dan elongasi pun lebih dari 6 derajat," ujarnya