Haji Isam Kirim 13 Eskavator Bantu Percepatan Pulihkan Aceh
Pengiriman alat berat tersebut dilakukan melalui Pelabuhan Kolinlamil (Komando Lintas Laut Militer) Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Upaya percepatan pemulihan pascabencana banjir di Aceh mendapat dukungan dari sektor swasta. PT Jhonlin Group di bawah pimpinan Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam mengirimkan 13 unit eskavator dan tiga unit truk pengangkut untuk mempercepat penanganan wilayah terdampak, sekaligus memulihkan akses dan keamanan lingkungan masyarakat.
Pengiriman alat berat tersebut dilakukan melalui Pelabuhan Kolinlamil (Komando Lintas Laut Militer) Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (23/12). Seluruh unit bantuan ditargetkan tiba di Aceh pada Jumat (26/12) guna mendukung proses normalisasi sungai, pembersihan material longsor, serta pembukaan jalur-jalur vital yang sempat terputus akibat banjir.
Pengiriman Alat Berat
Haji Isam menyatakan, pengiriman alat berat ini ditujukan untuk mempercepat pemulihan daerah terdampak agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan aman dan terkendali.
"Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana di Aceh agar kondisi segera membaik," ujar Haji Isam.
Langkah tersebut dinilai penting dari sisi keamanan wilayah, mengingat banjir dan longsor berpotensi memicu gangguan lanjutan seperti terisolasinya permukiman, terganggunya distribusi logistik, serta meningkatnya risiko keselamatan warga apabila material lumpur dan puing tidak segera ditangani.
Turut Menyampaikan Belasungkawa atas Bencana yang Menimpa Aceh
Perwakilan Jhonlin Group, Fikri Pohan, turut menyampaikan belasungkawa atas bencana yang menimpa Aceh. Ia berharap kehadiran 13 unit alat berat dan tiga unit truk pengangkut dapat membantu pemerintah daerah dan aparat terkait dalam mempercepat penanganan darurat.
"Semoga Aceh segera pulih. Doa kami menyertai saudara-saudara yang terdampak," ujar Fikri.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Selasa, 24 Desember 2025 pukul 11.15 WIB, dampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra telah menyebabkan 1.106 korban meninggal dunia, 175 orang dilaporkan hilang, dan sekitar 7.000 orang mengalami luka-luka. Aceh tercatat sebagai salah satu wilayah dengan dampak signifikan.
Pengiriman bantuan logistik dan alat berat melalui jalur laut yang terkoordinasi dengan unsur militer dinilai krusial untuk menjamin keamanan distribusi, mempercepat respons di lapangan, serta meminimalkan potensi gangguan selama proses pemulihan pascabencana.