TNI Kerahkan Alat Berat Normalisasi Akses Warga di Bireuen
bencana yang terjadi pada akhir November tersebut menyebabkan meluapnya sungai hingga merendam lahan pertanian dan permukiman warga.
Kodam Iskandar Muda mengerahkan alat berat untuk mempercepat penanganan pascabanjir dan longsor di Desa Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen. Hal ini disampaikan Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi.
"Babinsa Koramil 07/Jangka bersama unsur TNI dan pemerintah daerah melaksanakan pembersihan material lumpur yang menutup akses utama desa," kata Agung dalam keterangannya, Kamis (11/12).
Ia menjelaskan, bencana yang terjadi pada akhir November tersebut menyebabkan meluapnya sungai hingga merendam lahan pertanian dan permukiman warga.
"Endapan lumpur setebal 30–40 cm menutupi jalan desa, menghambat mobilitas masyarakat, dan menimbulkan ancaman kesehatan warga," jelasnya.
Satu unit loader berkapasitas 2,5 m³
Agung menyebut, satu unit loader berkapasitas 2,5 m³ dikerahkan sebagai unsur utama pembersihan, untuk menyingkirkan tanah, pasir, kerikil, dan puing yang menutup jalur transportasi warga.
"Dengan dukungan alat berat tersebut, proses normalisasi kawasan terdampak berlangsung lebih cepat dan terfokus, terutama pada titik-titik yang sulit ditangani secara manual," sebutnya.
Kemudian, tim gabungan diungkapkannya juga melakukan penggalian ringan. Hal ini dilakukan untuk membuka saluran drainase yang tersumbat.
"Normalisasi aliran air ini berhasil menurunkan potensi banjir susulan dan membantu memulihkan kondisi lingkungan desa secara bertahap," ungkapnya.
Prajurit TNI
Menurutnya, upaya yang dilakukan prajurit TNI bersama seluruh unsur terkait mencerminkan komitmen Kodam Iskandar Muda dalam mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.
"Kehadiran TNI di lapangan diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat dan memastikan lingkungan desa kembali aman serta tertata," katanya.