Gubernur NTT Melki Laka Lena Percepat Kerja Sama Sister Province dengan Jiangxi China, Bidik Garam dan Pendidikan Mandarin
Gubernur NTT Melki Laka Lena kunjungi Jiangxi, China, untuk percepat Kerja Sama Sister Province. Fokus pada swasembada garam, pusat bahasa Mandarin, dan pariwisata.
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, baru-baru ini melakukan kunjungan kerja penting ke Provinsi Jiangxi, China. Kunjungan ini berlangsung selama empat hari, dari tanggal 16 hingga 19 November 2023, dengan agenda utama membahas percepatan kerja sama "sister province". Inisiatif ini bertujuan untuk mempererat hubungan kemitraan resmi antara kedua wilayah dari negara yang berbeda.
Dalam lawatannya, Melki Laka Lena fokus pada beberapa proyek prioritas yang strategis bagi NTT. Ia menekankan potensi NTT sebagai penghasil garam besar dan keinginan untuk memiliki pusat pendidikan Bahasa Mandarin terbesar di Indonesia Timur. Pertemuan ini diharapkan membuka jalan bagi investasi dan pertukaran pengetahuan yang saling menguntungkan.
Sebelum bertolak ke Jiangxi, Gubernur Melki dan jajaran pemerintah Provinsi NTT juga sempat berdiskusi dengan Duta Besar RI untuk China dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, di KBRI Beijing. Konsolidasi ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjalin kemitraan internasional. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pembangunan ekonomi dan sosial di NTT.
Mendorong Swasembada Garam dan Pendidikan Bahasa Mandarin
Dalam pertemuan dengan pejabat Provinsi Jiangxi, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan visi besar NTT. Ia mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah meminta NTT untuk menjadi provinsi penghasil garam utama di Indonesia. Hal ini sejalan dengan target nasional untuk mencapai swasembada garam.
Selain sektor garam, Melki juga menyoroti pentingnya pengembangan pendidikan di NTT. Provinsi ini bercita-cita membangun Pusat Pendidikan Bahasa Mandarin terbesar di kawasan timur Indonesia. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Melki secara langsung mengundang Provinsi Jiangxi untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek ini. Keterlibatan Jiangxi, yang memiliki keunggulan industri dan teknologi, diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek-proyek tersebut. Kerja sama ini mencakup transfer teknologi dan keahlian.
Mengembangkan Pariwisata Berbasis Komunitas dan Pengentasan Kemiskinan
Selama di Jiangxi, Gubernur Melki juga meninjau beberapa model pengembangan desa wisata. Salah satunya adalah desa wisata Alor Valley di Jinggangshan, yang dikenal sebagai contoh keberhasilan wisata ramah lingkungan. Model ini sangat relevan untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan di NTT.
Kunjungan juga dilakukan ke desa Shenshan, sebuah model pengentasan kemiskinan yang inspiratif. Desa ini sukses melalui pengolahan bambu dan pengembangan desa wisata berbasis sejarah. Pengalaman dari Shenshan dapat diadopsi untuk memberdayakan masyarakat lokal di NTT.
Melki menegaskan bahwa model desa wisata di Jinggangshan sangat cocok diterapkan di NTT. "Model desa wisata di Jinggangshan sangat relevan bagi NTT. Kami ingin memperkuat pariwisata yang tidak hanya menonjolkan alam dan budaya, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat," ungkap Melki. Hal ini menunjukkan komitmen untuk pariwisata yang inklusif.
Inisiatif pengembangan pariwisata ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan fokus pada pariwisata berbasis komunitas, NTT berupaya membangun sektor pariwisata yang lebih tangguh. Ini juga sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan di daerah.
Langkah Strategis Menuju Sister Province dan Manfaat Jangka Panjang
Gubernur Melki telah sepakat untuk menindaklanjuti pembahasan kerja sama teknis dalam waktu dekat. Fokus utama adalah mempercepat proses menuju kesepakatan resmi "sister province" antara NTT dan Jiangxi. Langkah ini menjadi prioritas dalam agenda diplomasi daerah.
Menurut Melki, penetapan "sister province" akan menjadi langkah strategis yang sangat penting. "Kerja sama yang kuat antara NTT dan Jiangxi akan membawa manfaat jangka panjang bagi kedua daerah," tambahnya. Ini mencakup berbagai aspek kerja sama bilateral.
Manfaat yang diharapkan meliputi penguatan hubungan ekonomi, budaya, dan pendidikan. Selain itu, kerja sama ini juga akan memperdalam "people-to-people contact" atau interaksi antar masyarakat. Ini akan mendorong pemahaman dan persahabatan yang lebih erat antara kedua provinsi.
Provinsi Jiangxi sendiri merupakan wilayah yang maju di tenggara China, dengan populasi sekitar 45 juta jiwa. Ekonominya tumbuh stabil dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2024 mencapai 34,2 triliun RMB. Jiangxi dikenal dengan industri unggulan seperti elektronik, manufaktur peralatan, dan energi terbarukan, menawarkan potensi kemitraan yang besar bagi NTT.
Sumber: AntaraNews