Gubernur Jateng Ajak OPD Tingkatkan Kepedulian Sosial dan Ekonomi Masyarakat Sekitar
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mendorong seluruh OPD untuk memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat sekitar, dibuktikan dengan penyaluran bantuan dan pasar murah, wujud nyata Gubernur Jateng Peduli Masyarakat.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyerukan kepada seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk senantiasa menumbuhkan rasa kepedulian terhadap kondisi masyarakat di lingkungan sekitar kantor mereka. Seruan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya membangun ikatan sosial yang kuat antara pemerintah dan warganya. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan sinergi positif dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Luthfi saat melakukan penyerahan simbolis bantuan beras kepada ratusan warga kurang mampu di Ungaran, Kabupaten Semarang, pada Jumat, 13 Maret. Bantuan ini merupakan hasil pengumpulan dana dari para pegawai di lingkungan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jawa Tengah. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Pemprov Jateng dalam mendekatkan diri kepada rakyat.
Tidak hanya bantuan beras, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyelenggaraan bazar dan pasar murah di halaman Kantor Distanak Jateng, Kompleks Tarubudaya, Ungaran. Acara ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau. Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah provinsi terhadap kesejahteraan warganya.
Membangun Ikatan Sosial Melalui Bantuan Langsung
Gubernur Ahmad Luthfi menekankan pentingnya kepedulian OPD terhadap masyarakat sekitar, terutama para pekerja informal yang seringkali luput dari perhatian. Ia mencontohkan, pekerja seperti supeltas, tukang parkir, penjaga masjid, hingga penjaga makam di sekitar kantor dinas sangat membutuhkan uluran tangan. Bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk mereka.
Pada kesempatan tersebut, sekitar 200 warga tidak mampu yang berdomisili di sekitar Kantor Distanak Jateng menerima bantuan beras. Total beras yang disalurkan mencapai dua ton, menunjukkan skala kepedulian yang cukup signifikan. Kegiatan ini diharapkan dapat meringankan beban hidup mereka, terutama menjelang hari raya.
Menurut Luthfi, inisiatif semacam ini merupakan upaya konkret untuk membangun ikatan sosial yang erat dengan masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu. Ia berharap model kegiatan serupa dapat diterapkan di seluruh dinas atau OPD Pemprov Jateng. Dengan demikian, tidak akan ada lagi jarak antara pemerintah dan rakyatnya, melainkan terjalin hubungan yang harmonis.
Menjaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Pangan
Selain program bantuan, Pemprov Jateng juga menggelar bazar dan pasar murah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari agenda kepedulian ini. Pasar murah diselenggarakan untuk memfasilitasi masyarakat agar dapat memperoleh bahan pokok penting dengan harga yang lebih terjangkau. Ini adalah langkah strategis untuk menekan inflasi lokal.
Gubernur Luthfi menegaskan pentingnya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat. Ia mengingatkan agar tidak terjadi kelangkaan yang dapat memicu kenaikan harga secara drastis. Masyarakat juga diimbau untuk tidak panik dalam menghadapi fluktuasi harga di pasaran.
Kepala Distanak Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan pembagian beras dan pasar murah ini tidak menggunakan anggaran dinas. Dana yang digunakan bersumber dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) OPD. Hal ini menunjukkan kolaborasi dan semangat gotong royong di kalangan pegawai pemerintah.
Tujuan utama kegiatan ini, menurut Defransisco, adalah untuk menjamin ketersediaan pangan serta memastikan harganya tetap terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Inisiatif ini mendapat sambutan hangat dari warga, seperti Arso, seorang penerima manfaat dari Ungaran. Ia mengungkapkan rasa senangnya karena bantuan beras sangat membantu, terutama menjelang Lebaran ketika banyak harga kebutuhan pokok melonjak.
Sumber: AntaraNews