FOTO: Uniknya Pasangan Beda Bangsa Mengikuti Pernikahan Massal
Pernikahan massal yang diselenggarakan oleh Gereja Unifikasi di Cheongshim Peace World Center di Gapyeong, Korea Selatan, Sabtu (12/05/2025)
AFP/ Jung Yeon-je
Pasangan berbeda bangsa yang menikah saat upacara pernikahan massal yang diselenggarakan oleh Gereja Unifikasi di Cheongshim Peace World Center di Gapyeong, Korea Selatan, Sabtu (12/05/2025) (AFP/ Jung Yeon-je)
ADVERTISEMENT
5.000 pasangan dari 90 negara mengikuti upacara pernikahan massal yang diselenggarakan oleh Gereja Unifikasi di Cheongshim Peace World Center di Gapyeong, Korea Selatan, Sabtu (12/05/2025). Upacara ini merupakan tradisi yang sudah berlangsung sejak tahun 1961 dan dianggap sebagai sebuah solusi utama untuk angka kelahiran yang rendah di beberapa negara.
Gereja Unifikasi didirikan pada tahun 1954 oleh almarhum Moon, yang menyatakan ia dan istrinya adalah Mesiah. Dari 1961 hingga kematiannya pada 2012, ia memimpin pernikahan massal di mana ribuan orang disatukan dengan pasangan yang baru dikenal dan dalam beberapa kasus bahkan tidak berbicara dalam bahasa yang sama karena perbedaan suku bangsa dan bangsa.
Pasangan berbeda bangsa yang menikah saat upacara pernikahan massal yang diselenggarakan oleh Gereja Unifikasi di Cheongshim Peace World Center di Gapyeong, Korea Selatan, Sabtu (12/05/2025) AFP/ Jung Yeon-jePasangan berbeda bangsa yang menikah saat upacara pernikahan massal yang diselenggarakan oleh Gereja Unifikasi di Cheongshim Peace World Center di Gapyeong, Korea Selatan, Sabtu (12/05/2025) AFP/ Jung Yeon-jePasangan berbeda bangsa yang menikah saat upacara pernikahan massal yang diselenggarakan oleh Gereja Unifikasi di Cheongshim Peace World Center di Gapyeong, Korea Selatan, Sabtu (12/05/2025) AFP/ Jung Yeon-jePasangan berbeda bangsa yang menikah saat upacara pernikahan massal yang diselenggarakan oleh Gereja Unifikasi di Cheongshim Peace World Center di Gapyeong, Korea Selatan, Sabtu (12/05/2025) AFP/ Jung Yeon-jePasangan berbeda bangsa yang menikah saat upacara pernikahan massal yang diselenggarakan oleh Gereja Unifikasi di Cheongshim Peace World Center di Gapyeong, Korea Selatan, Sabtu (12/05/2025) AFP/ Jung Yeon-jePasangan berbeda bangsa yang menikah saat upacara pernikahan massal yang diselenggarakan oleh Gereja Unifikasi di Cheongshim Peace World Center di Gapyeong, Korea Selatan, Sabtu (12/05/2025) AFP/ Jung Yeon-jePasangan berbeda bangsa yang menikah saat upacara pernikahan massal yang diselenggarakan oleh Gereja Unifikasi di Cheongshim Peace World Center di Gapyeong, Korea Selatan, Sabtu (12/05/2025) AFP/ Jung Yeon-jePasangan berbeda bangsa yang menikah saat upacara pernikahan massal yang diselenggarakan oleh Gereja Unifikasi di Cheongshim Peace World Center di Gapyeong, Korea Selatan, Sabtu (12/05/2025) AFP/ Jung Yeon-jePasangan berbeda bangsa yang menikah saat upacara pernikahan massal yang diselenggarakan oleh Gereja Unifikasi di Cheongshim Peace World Center di Gapyeong, Korea Selatan, Sabtu (12/05/2025) AFP/ Jung Yeon-je
Program Isbat Nikah Massal Muara Enim berhasil memfasilitasi 1.656 pasangan mendapatkan buku nikah gratis, menekan pernikahan siri dan menjamin hak hukum warga.
Dan apabila mereka berhasil mencapai jenjang pernikahan, maka pasangan tersebut akan mendapatkan bonus besar lainnya sebesar 20 juta won atau Rp236 juta.