Sorot
{{caption}}
Kebakaran Hebat di Tempat Pembuangan Sampah Jatiwaringin Tangerang

{{caption}}
Cerita di Balik Tato Wajah dan Love Taufik Hidayat di Tubuh Korban Penyekapan

{{caption}}
Momen Tegang Usai Vonis Nadiem, Pengacara Protes Hakim

{{caption}}
Nadiem Makarim: Saya Divonis Tidak Masuk Akal

{{caption}}
Jaksa Tanggapi Vonis 10 Tahun Nadiem: Ini Keadilan Sebenarnya

{{caption}}
Bantah Kriminalisasi Anak Bangsa, Jaksa Disoraki Pendukung Nadiem

Topik Terkait
{{caption}}
Negara Ini Siap Bayar Rp11 Juta untuk Masyarakat yang Mau Berpacaran, Kalau Menikah Diberi Rp236 Juta

Acara yang dijadwalkan pada bulan Oktober ini ditujukan bagi kaum muda berusia 23 hingga 43 tahun yang tinggal atau bekerja di distrik tersebut.

{{caption}}
Sederet Bantuan Pemerintah Bikin Angka Pernikahan di Korea Naik

Tren ini muncul seiring bantuan finansial yang diberikan pemerintah.

{{caption}}
Angka Kelahiran di Korsel Rendah hingga Jadi Krisis Nasional, Begini Langkah Cepat Presiden Yoon

Penurunan angka kelahiran membuat Korea saat ini seperti berada di bom waktu.

{{caption}}
Apartemen Mahal Ini Jadi Sumber Perjodohan

Apartemen ini dinilai memudahkan seseorang mencari jodoh sesuai kriteria yang diinginkan.

{{caption}}
Negara di Asia Ini Bakal Bagi-Bagi Duit Hingga Rp4,7 Juta Bagi Warganya

Pemerintah negara ini akan membagikan bantuan tunai hingga Rp4,7 juta kepada warga mulai 21 Juli 2025 untuk merangsang ekonomi dan konsumsi domestik.

{{caption}}
Biaya Pernikahan Terlalu Mahal, Banyak Warga Korea Pilih Kumpul Kebo

Laporan itu juga menyebutkan masyarakat semakin mendukung kelahiran anak di luar nikah.

{{caption}}
Luar Biasa, Semua Warga Korea Selatan Bakal Dapat Bantuan Tunai Hingga Rp4,7 Juta dari Pemerintah

Langkah tersebut menyusul persetujuan Kabinet Korsel atas anggaran tambahan sebesar 31,8 triliun won (sekitar Rp378,5 triliun).

{{caption}}
Korea Beri Penghargaan kepada Dua Wanita yang Lahirkan 13 Anak, Hadiahnya Luar Biasa

Korea Selatan mengalami penurunan angka kelahiran dalam beberapa tahun belakangan.

{{caption}}
Korea Selatan akan Bangun Pangkalan Ekonomi di Bulan

Korea Selatan berencana meluncurkan satelit astronomi pertamanya pada tahun 2030, modul pendarat logistik ke Bulan pada tahun 2040.

{{caption}}
Ramai-Ramai Warga Korsel Ogah Nikah dan Punya Anak, Ini Alasannya

Banyak faktor yang menyebabkan warga Korea Selatan enggan menikah dan memiliki anak.

{{caption}}
Di Korsel, Orang Introvert Malah Dikasih Uang Rp7,6 Juta per Bulan

Ada sekitar 3,1 persen penduduk Korea berusia 19-39 tahun merupakan kaum muda yang penyediri dan kesepian.

{{caption}}
Angka Kelahiran di Korea Selatan Sentuh Titik Terendah, Bisa Jadi Peluang Untungkan Indonesia

Jumlah rata-rata kelahiran bayi di Korea Selatan tahun 2021 sebesar 0,81 kemudian angka ini turun di tahun 2022 menjadi 0,78.

{{caption}}
BPS Ungkap Dominasi Gen Z Sulawesi Tengah, Potensi Besar Bonus Demografi

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) 2025 yang menunjukkan Dominasi Gen Z Sulawesi Tengah, menandakan potensi besar bagi pembangunan daerah.

{{caption}}
BKKBN Jateng Minta Penyuluh KB Petakan Wilayah Intervensi untuk Pemerataan Program Bangga Kencana

Kepala Perwakilan BKKBN Jateng, Rusman Effendi, meminta penyuluh KB memetakan wilayah yang butuh intervensi khusus demi pemerataan Program Bangga Kencana di Jawa Tengah.

{{caption}}
Pansus 11 DPRD Bandung Soroti Tren Penurunan Angka Kelahiran

Pansus 11 DPRD Kota Bandung mengangkat isu penurunan angka kelahiran yang berdampak pada pembangunan kependudukan dan kualitas sumber daya manusia di kota ini.

{{caption}}
Vietnam Sahkan UU Kependudukan, Perempuan dengan 2 Anak Dapat Insentif dan Cuti Lebih Lama

Kapan undang-undang tentang kependudukan di Vietnam akan mulai diterapkan?

{{caption}}
Populasi Anjlok, China Putuskan Pajaki Kondom Dorong Angka Kelahiran

Pemerintah mulai ketir-ketir angka kelahiran baru menurun drastis. Karena itu, kebijakan tarik pajak kondom salah satunya. Namun, ternyata tak sesederhana itu.

{{caption}}
Pemerintah Prabowo Perkuat Program Keluarga Berencana untuk Keseimbangan Angka Kelahiran

Administrasi Presiden Prabowo Subianto memperkuat Program Keluarga Berencana guna mengendalikan pertumbuhan populasi dan menyeimbangkan angka kelahiran di seluruh wilayah Indonesia, menarik perhatian pada tantangan demografi.