Korea Selatan akan Bangun Pangkalan Ekonomi di Bulan
Korea Selatan berencana meluncurkan satelit astronomi pertamanya pada tahun 2030, modul pendarat logistik ke Bulan pada tahun 2040.
Korea Selatan berencana membangun pangkalan di permukaan Bulan pada tahun 2045, sesuai dengan program nasional baru untuk eksplorasi luar angkasa. Demikian kata Badan Antariksa Korea (KASA) dilansir dari laman Sputnik.
"Badan Antariksa Korea mempresentasikan program nasional baru untuk eksplorasi luar angkasa dalam pertemuan terbuka di National Research Foundation of Korea pada hari Kamis," kata organisasi tersebut dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilaporkan RIA Novosti, Jumat.
Program ini mencakup studi tentang orbit Bumi, Bulan, heliosfer, dan antariksa dalam, serta terdiri dari lima misi utama, termasuk studi orbit rendah Bumi dan fenomena gravitasi nol, ekspedisi Bulan, serta misi ilmiah ke Matahari dan Bulan, tambah pernyataan itu.
KASA menyatakan bahwa mereka akan mengembangkan manajemen mobilitas dan pendekatan pendaratan secara mandiri, serta membangun infrastruktur untuk kegiatan ekonomi yang memanfaatkan sumber daya Bulan.
Korea Selatan berencana meluncurkan satelit astronomi pertamanya pada tahun 2030, modul pendarat logistik ke Bulan pada tahun 2040, dan membangun pangkalan ekonomi di Bulan pada tahun 2045, menurut kantor berita Yonhap.
Semua Warga Korsel Dapat Bantuan dari Pemerintah
Korea Selatan bakal mendistribusikan bantuan tunai kepada semua warga negara pada 21 Juli sebagai bagian dari inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk merangsang konsumsi dalam negeri.
Langkah tersebut menyusul persetujuan Kabinet Korsel atas anggaran tambahan sebesar 31,8 triliun won (sekitar Rp378,5 triliun), yang disahkan oleh Majelis Nasional pada Jumat (4/7) dilansir dari halaman Yonhap News Agency.
Program bantuan tersebut merupakan bagian penting dari anggaran tambahan pertama pemerintahan Lee Jae Myung. Berdasarkan rencana tersebut, semua warga negara Korea Selatan yang tinggal di negara tersebut pada 18 Juni akan menerima pembayaran satu kali sebesar 150 ribu won (sekitar Rp1,7 juta).
Pemerintah mengatakan pencairan dana secara luas tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan belanja konsumen secara nasional. Bantuan tambahan yang ditargetkan akan diberikan berdasarkan tingkat pendapatan.
Individu dalam rumah tangga yang hampir miskin dan keluarga dengan orang tua tunggal akan menerima 300 ribu won (sekitar Rp3,5 juta), sementara penerima tunjangan hidup dasar akan mendapatkan 400 ribu won (sekitar Rp4,7 juta).
Untuk mendorong pembangunan daerah yang seimbang, penduduk di luar wilayah Seoul dan sekitarnya, termasuk Provinsi Gyeonggi dan Incheon, akan menerima tambahan 30 ribu won (Rp357.146).
Warga Desa Dapat Tambahan
Mereka yang tinggal di 84 komunitas pedesaan dan nelayan yang ditunjuk akan menghadapi penurunan populasi secara nasional akan diberikan tambahan 50 ribu won (Rp525.244).
Pembayaran tahap kedua, yang dijadwalkan antara 22 September dan 31 Oktober, akan memberikan tambahan 100 ribu won (sekitar Rp1,1 juta) kepada 90 persen penerima pendapatan terbawah.
Kelayakan akan ditentukan oleh penyaringan pendapatan terperinci berdasarkan premi asuransi kesehatan nasional, dengan kriteria yang akan diumumkan pada September.
"Kami akan memastikan persiapan menyeluruh untuk peluncuran pembayaran ini sehingga dapat berfungsi sebagai katalisator pemulihan ekonomi dengan meningkatkan konsumsi dan mendukung mereka yang membutuhkan," kata Wakil Menteri Dalam Negeri Kim Min-jae, yang memimpin gugus tugas antar lembaga yang mengawasi program tersebut.