Siap-Siap, Bakal Ada Diskon Tiket Pesawat dan Kereta Api Akhir Tahun Ini
Pemerintah juga akan menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada Semester II tahun 2025.
Pemerintah sedang merancang skema stimulus yang menyeluruh untuk menyambut liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026. Skema ini mencakup penyelenggaraan acara nasional dan bundling paket wisata, serta pemberian insentif PPN-DTP untuk tiket pesawat.
Selain itu, akan ada diskon pada tarif transportasi darat dan laut, termasuk kereta api, kapal laut, penyebrangan, dan jalan tol.
"Pemerintah akan mendorong ada event baru lagi untuk diskon. Nah kalau ke depan, ya kita persiapkan lagi untuk Nataru di akhir tahun," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, seperti yang dikutip dari laman Kemenko Perekonomian pada Minggu (27/7).
Menko Airlangga menjelaskan bahwa dalam waktu dekat, pemerintah juga akan menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada Semester II tahun 2025. Beberapa langkah tersebut akan difokuskan pada optimalisasi pelaksanaan program-program prioritas Pemerintah, seperti Program Makan Bergizi Gratis, Akselerasi Koperasi Desa Merah Putih, serta pembangunan tiga juta rumah.
Ini merupakan bagian dari solusi perumahan nasional yang diharapkan dapat memacu pertumbuhan sektor konstruksi dan penyerapan tenaga kerja. "Dalam pelaksanaan program-program yang memerlukan rekrutmen tenaga kerja baru, termasuk di MBG, akan diprioritaskan untuk masyarakat Desil-1 dan Desil-2," tegasnya.
Upaya Capai Target Pertumbuhan Ekonomi
Untuk mencapai target pertumbuhan pada tahun 2025, diperlukan sinergi kebijakan antara APBN dan non-APBN. Menurut Menko Airlangga, dari sisi konsumsi Pemerintah, sangat penting untuk mempercepat realisasi belanja kementerian dan lembaga, terutama yang memiliki alokasi anggaran besar. Hal ini bertujuan untuk mempercepat penyerapan APBN.
Di sektor investasi, Pemerintah menekankan pentingnya peningkatan kualitas data serta aksesibilitas informasi mengenai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri (KI) melalui kerja sama dengan BPS.
Selain itu, Pemerintah juga mendorong percepatan pelaksanaan Kredit Investasi Padat Karya, peningkatan target Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), serta percepatan implementasi Kredit Program Perumahan. Tak ketinggalan, penyerapan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) juga menjadi fokus utama.
Perkuat Aspek Konsumsi
Pemerintah juga memperkuat sektor konsumsi rumah tangga dengan mengoptimalkan program padat karya tunai. Dengan meningkatkan peran konsumsi dan investasi, terutama melalui belanja pemerintah yang efisien, Indonesia berpotensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
"Pemerintah berharap seluruh langkah tersebut dapat menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks."
Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan meningkatkan daya beli mereka, sehingga menciptakan iklim ekonomi yang lebih stabil. Selain itu, penguatan ini juga bertujuan untuk memfasilitasi penciptaan lapangan kerja baru yang dapat mengurangi angka pengangguran.
Dengan demikian, langkah-langkah ini diharapkan dapat menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan merata di seluruh lapisan masyarakat.