Negara Ini Siap Bayar Rp11 Juta untuk Masyarakat yang Mau Berpacaran, Kalau Menikah Diberi Rp236 Juta
Acara yang dijadwalkan pada bulan Oktober ini ditujukan bagi kaum muda berusia 23 hingga 43 tahun yang tinggal atau bekerja di distrik tersebut.
Sebuah kantor distrik di Busan menawarkan 1 juta won atau setara dengan Rp11,8 juta (kurs krw: Rp11,84) bagi pasangan yang memulai hubungan romantis melalui acara pencarian jodoh.
Negara Ini Siap Bayar Rp11 Juta untuk Masyarakat yang Mau Berpacaran, Kalau Menikah Diberi Rp236 Juta
Pemerintah pusat dan daerah di seluruh Korea sedang bereksperimen dengan ide-ide kebijakan baru untuk mendorong pasangan menikah dan memiliki bayi guna meningkatkan angka kelahiran yang rendah.
Sebuah kantor distrik di Busan menawarkan 1 juta won atau setara dengan Rp11,8 juta (kurs krw: Rp11,84) bagi pasangan yang memulai hubungan romantis melalui acara pencarian jodoh.
Dikutip dari CNN, Korea Selatan mempunyai tingkat kesuburan terendah di dunia, yang menunjukkan jumlah rata-rata anak yang akan dimiliki seorang wanita seumur hidupnya. Angka ini hanya tercatat sebesar 0,72 pada tahun 2023 , turun dari 0,78 pada tahun sebelumnya. Selanjutnya masih mengalami serangkaian penurunan tahunan yang panjang.
Data ini menggarisbawahi bom waktu demografis yang dihadapi Korea Selatan dan negara-negara Asia Timur lainnya, karena masyarakat mereka mengalami penuaan yang cepat, hanya dalam beberapa dekade setelah industrialisasi yang pesat.
Sebenarnya, banyak negara Eropa juga menghadapi populasi menua, namun kecepatan dan dampak perubahan tersebut dapat dimitigasi oleh imigrasi. Namun negara-negara seperti Korea Selatan, Jepang dan China telah menghindari imigrasi massal untuk mengatasi penurunan populasi usia kerja mereka.
Melansir dari Korean Times, menurut Kantor Distrik Saha di Busan, rancangan anggaran tambahan untuk acara kencan buta massal bagi “laki-laki dan perempuan lajang Korea dan asing” telah disahkan oleh dewan distrik baru-baru ini.
Acara yang dijadwalkan pada bulan Oktober ini ditujukan bagi kaum muda berusia 23 hingga 43 tahun yang tinggal atau bekerja di distrik tersebut.
Jika seorang laki-laki dan seorang perempuan memutuskan untuk memulai hubungan romantis setelah acara tersebut, pemerintah distrik akan memberikan 1 juta won akan diberikan kepada pasangan tersebut.
Jika mereka mengadakan 'sang-gyeon-rye', atau pertemuan anggota keluarga (biasanya diatur sebelum pernikahan), pasangan tersebut akan ditawari tambahan 2 juta won atau setara dengan Rp23,68 juta. Jika mereka menikah, bonus besar lainnya sebesar 20 juta won atau setara dengan Rp236,8 juta akan diberikan.
Tak hanya itu, kantor distrik mengatakan akan memberikan dukungan tambahan untuk perumahan mereka hingga lima tahun.
Aturan spesifik dan skala acaranya belum diumumkan. Pelamar akan ditinjau berdasarkan lamaran dan wawancara untuk dipilih sebagai peserta.
Jika acara tahun ini berhasil menarik perhatian dan membuahkan hasil positif, pihak kantor mengatakan akan menjadikannya acara tahunan dengan lebih banyak peserta non-Korea.
Reporter magang: Nur Pangesti