FOTO: Ribuan Kapal Nelayan Pati Berhenti Melaut Akibat Lonjakan Harga Solar
Ribuan kapal nelayan di Pelabuhan Juwana, Pati, Jawa Tengah, berhenti melaut akibat lonjakan harga solar non-subsidi.
Pemandangan udara memperlihatkan ratusan kapal nelayan berlabuh di Pelabuhan Juwana, Pati, Jawa Tengah, pada 6 Mei 2026. Aktivitas pelayaran nelayan setempat terhenti sejak 4 Mei setelah harga bahan bakar diesel non-subsidi melonjak tajam di tengah terganggunya pasokan energi global akibat ketegangan di Selat Hormuz.
Lebih dari seribu kapal nelayan berukuran di atas 30 gross tonnage dilaporkan tidak melaut karena tingginya biaya operasional yang harus ditanggung. Kenaikan harga solar non-subsidi hingga sekitar 75 persen membuat nelayan dan pemilik kapal kesulitan menekan pengeluaran untuk kebutuhan bahan bakar.
Harga solar yang si mencapai hampr Rp 30 ribu per liter dinilai memberatkan para pelaku usaha perikanan, terutama kapal-kapal berukuran besar yang membutuhkan pasokan bahan bakar dalam jumlah tinggi untuk sekali pelayaran. Terhentinya aktivitas melaut juga berdampak pada suasana pelabuhan yang tampak lebih lengang dari biasanya. Kapal-kapal yang umumnya berangkat mencari ikan kini hanya bersandar di dermaga sambil menunggu kondisi harga dan pasokan bahan bakar kembali stabil.