Fakta Unik: BGN Latih 2.705 Penjamah Makanan di NTT, Jamin Gizi Gratis Berkualitas!
Badan Gizi Nasional (BGN) sukses menyelenggarakan pelatihan penjamah makanan bagi 2.705 peserta di NTT, memastikan layanan makan bergizi gratis berkualitas dan higienis.
Badan Gizi Nasional (BGN) baru-baru ini sukses menggelar pelatihan komprehensif bagi ribuan penjamah makanan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas serta kualitas layanan program makan bergizi gratis di wilayah tersebut.
Sebanyak 2.705 penjamah makanan dari 75 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di dua pulau besar NTT menjadi peserta utama. Pelatihan ini dilaksanakan secara serentak di Kota Kupang dan Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah III BGN, Ranto, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan fondasi penting. "Pelatihan ini guna meningkatkan kapasitas untuk layanan makan bergizi gratis yang lebih baik lagi," katanya.
Cakupan dan Lokasi Pelatihan Penjamah Makanan BGN
Pelatihan penjamah makanan yang diselenggarakan BGN ini menjangkau area signifikan di NTT. Di Kota Kupang, jumlah peserta mencapai 1.765 orang dari 22 SPPG di Kota Kupang dan 13 SPPG di Kabupaten Kupang.
Selain itu, pelatihan ini juga melibatkan sembilan SPPG dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan delapan SPPG dari Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Ini menunjukkan cakupan yang luas untuk program peningkatan gizi.
Sementara itu, untuk wilayah di Kota Ruteng, pelatihan penjamah makanan diikuti oleh 940 peserta. Mereka berasal dari Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat, memperkuat kapasitas di wilayah tersebut.
Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara bersamaan di kedua lokasi utama. Ini menunjukkan efisiensi dan komitmen BGN dalam meningkatkan kualitas layanan gizi.
Materi dan Standar Kualitas Pelatihan Penjamah Makanan
Pelatihan penjamah makanan yang diadakan BGN bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan fondasi krusial. Tujuannya adalah memastikan layanan makan bergizi gratis berlangsung dengan kualitas terbaik dan tepat sasaran. Ini merupakan kelanjutan dari serangkaian pembekalan.
Fokus utama pelatihan ini adalah meningkatkan kompetensi pengelolaan dapur yang aman, higienis, dan sesuai standar operasional prosedur (SOP). "Setiap petugas harus memiliki pemahaman mendalam dan keterampilan praktis yang mumpuni agar pengolahan dan penyajian makanan dapat menjamin keamanan, higienitas, serta pemenuhan kebutuhan gizi sesuai standar," ujar Ranto.
Materi pelatihan disampaikan secara terpadu oleh para ahli dari berbagai instansi terkait. Mereka meliputi Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, PERSAGI, BPOM, dan BPJS Ketenagakerjaan.
Para peserta pelatihan penjamah makanan menerima pengetahuan dan praktik terkait sanitasi dapur, higienitas pangan, dan pengawasan bahan makanan. Selain itu, mereka juga dibekali informasi mengenai perlindungan tenaga kerja relawan.
Komitmen BGN untuk Indonesia Emas 2045
Lebih lanjut, pelatihan penjamah makanan ini juga berfungsi sebagai momen penguatan koordinasi yang vital. Ini melibatkan tenaga lapangan, kepala SPPG, dan pemangku kepentingan daerah.
Tujuannya adalah memperkuat implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih merata dan tepat sasaran. Fokus khusus diberikan pada wilayah-wilayah terpencil di Nusa Tenggara Timur yang membutuhkan perhatian lebih.
Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan optimistis bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia ini akan memperkokoh keberhasilan program. Ini merupakan wujud komitmen nyata untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Melalui gizi yang terjamin dan layanan berkualitas, BGN berupaya membangun generasi yang lebih sehat dan produktif. Program pelatihan penjamah makanan ini menjadi salah satu pilar utama dalam mencapai visi tersebut.
Sumber: AntaraNews