Badan Gizi Nasional (BGN) secara aktif menggelar pelatihan intensif bagi ratusan petugas penjamah makanan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 13 September, sebagai bagian dari upaya menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan inisiatif pemerintah.
Pelatihan ini dirancang khusus untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disajikan kepada ribuan penerima manfaat di wilayah tersebut. Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah III BGN, Enny Indarti, menjelaskan bahwa inisiatif ini sangat krusial untuk menjaga standar gizi.
Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk memperkenalkan proses penyediaan makanan bergizi gratis di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini diambil untuk mencegah potensi risiko seperti keracunan makanan dan insiden lain yang dapat membahayakan penerima manfaat program.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Kualitas dan Mitigasi Risiko dalam Pelatihan Penjamah Makanan MBG Mimika
Ratusan petugas penjamah makanan dari 12 dapur sehat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Mimika turut serta dalam pelatihan yang diselenggarakan BGN. Setiap SPPG mempekerjakan 50 orang, terdiri atas 47 relawan, satu tenaga ahli gizi, satu akuntan, dan satu Kepala SPPG, yang semuanya mendapatkan bekal penting.
Enny Indarti menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai upaya BGN memperkenalkan tata cara penyediaan makanan bergizi gratis. "Pelatihan penjamah makanan ini merupakan upaya BGN memperkenalkan kepada relawan, ahli gizi, dan akuntan, bagaimana proses penyediaan makanan bergizi gratis di dapur SPPG. Salah satunya untuk mencegah mitigasi risiko terhadap keracunan dan kejadian lainnya," jelas Enny.
Kegiatan pelatihan ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan akan terus berlanjut hingga seluruh petugas penjamah makanan MBG memperoleh sertifikasi laik hygiene. Sertifikasi ini menjadi jaminan bahwa makanan yang disajikan memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan yang ketat, menjaga kesehatan penerima manfaat.
Advertisement
BGN juga memiliki rencana untuk melakukan sertifikasi terhadap SPPG itu sendiri, bukan hanya petugasnya. "Ke depan kami akan melakukan sertifikasi SPPG, sehingga mempunyai kelayakan untuk mendapatkan penghargaan dari BGN," ujar Enny, menunjukkan komitmen terhadap kualitas berkelanjutan.
Advertisement
Jangkauan dan Tujuan Strategis Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki jangkauan penerima manfaat yang luas, mencakup anak-anak mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga jenjang SLTA. Selain itu, program ini juga menyasar kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, memastikan nutrisi esensial bagi kelompok rentan.
Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Mimika dirancang untuk melayani sekitar 3.000 orang penerima manfaat setiap harinya. Saat ini, terdapat 12 dapur sehat SPPG yang beroperasi, dengan rencana pembangunan total 14 dapur untuk memperluas cakupan layanan di Mimika.
Meskipun demikian, belum semua sekolah pada semua satuan pendidikan di Mimika telah mendapatkan pelayanan Program MBG. Hal ini menunjukkan bahwa upaya perluasan dan pemerataan akses masih terus dilakukan untuk memastikan setiap anak dan kelompok sasaran dapat merasakan manfaat program ini.
Advertisement
Program MBG merupakan salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memperkuat pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Inisiatif ini dirancang untuk membangun SDM unggul, menurunkan angka stunting, mengurangi kemiskinan, dan menggerakkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews