Fakta! Suhu Pembakaran RDF Plant Rorotan Capai 1.000 Derajat Celcius, Pakar ITB Pastikan Aman Lingkungan
Pakar Teknik Lingkungan ITB memastikan RDF Plant Rorotan aman bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat, dilengkapi teknologi canggih untuk mengendalikan emisi. Bagaimana sistem kerjanya?
Fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar atau Refuse-Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan di Jakarta Utara, kini menjadi sorotan publik. Dr. Haryo S. Tomo, seorang pakar teknik lingkungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), secara tegas menyatakan bahwa fasilitas ini telah dilengkapi dengan teknologi pengendalian emisi yang sangat aman.
Pernyataan ini disampaikan di Jakarta pada Selasa, 23 September lalu, untuk menepis kekhawatiran masyarakat. Menurut Haryo, RDF Plant Rorotan menggunakan 'Air Pollution Control Devices' (APCD) dengan konfigurasi menyeluruh yang dirancang untuk mereduksi polutan secara optimal.
Pemasangan unit pengendali pencemaran udara ini mempertimbangkan karakteristik emisi secara cermat. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa hasil akhir emisi tetap memenuhi baku mutu yang ditetapkan dalam Permen LHK Nomor 70 Tahun 2016, sehingga tidak membahayakan lingkungan maupun kesehatan warga sekitar.
Teknologi Canggih Pengendalian Emisi di RDF Plant Rorotan
RDF Plant Rorotan mengintegrasikan berbagai unit canggih untuk menyisihkan beragam polutan. Sistem ini dirancang untuk menangani partikulat, sulfur dioksida (SO₂), oksida nitrogen (NOx), dan parameter emisi lainnya secara efektif. Proses pengeringan sampah menjadi RDF dilakukan secara mekanis, dengan sebagian produk RDF dibakar pada suhu tinggi antara 800 hingga 1.000 derajat Celcius.
Gas panas yang dihasilkan dari pembakaran kemudian dialirkan melalui serangkaian perangkat penyaring. Ini termasuk sistem 'Cyclone', 'Baghouse Filter', 'Wet Scrubber' tahap 1 dan 2, 'Wet Electrostatic Precipitator' (Wet ESP), hingga filter karbon aktif. Setelah melalui semua tahapan ini, gas baru dilepaskan melalui cerobong, memastikan emisi yang keluar sudah bersih.
Haryo menjelaskan bahwa 'Cyclone', 'Baghouse Filter', dan 'Wet ESP' memiliki kemampuan tinggi untuk menangkap partikulat, mulai dari ukuran besar hingga sangat halus berukuran mikron. Sementara itu, 'Wet Scrubber' tahap 1 dan 2 berperan penting dalam mereduksi gas polutan masam melalui reaksi kimia dengan natrium hidroksida. Filter karbon aktif juga berfungsi menyerap senyawa organik, termasuk gas penyebab bau, sehingga kualitas udara tetap terjaga.
Upaya DLH DKI Jakarta dalam Menjaga Kualitas Udara
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta turut memperkuat pengendalian emisi kebauan di RDF Plant Rorotan. Mereka telah menambah tiga set 'deodorizer', sehingga kini total ada empat unit yang beroperasi. Penambahan ini merupakan langkah proaktif untuk memastikan kenyamanan masyarakat sekitar.
Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan fungsi dari 'deodorizer' tersebut. "'Deodorizer' ini dilengkapi 'blower', 'Advanced Oxidation Process' (AOP) dengan ozonisasi dan sinar ultraviolet, reaktor scrubber hingga filter karbon aktif untuk menyisihkan serta menetralkan gas penyebab bau," ujar Asep.
Langkah ini diambil untuk mereduksi potensi dampak negatif yang mungkin dikhawatirkan warga. Dengan kombinasi teknologi penyaring gas dan penambahan 'deodorizer', serta pendampingan dari para ahli, RDF Plant Rorotan dipastikan dapat beroperasi dengan aman tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar. Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk tidak khawatir karena semua proses perbaikan dilakukan secara komprehensif dengan dukungan para ahli terbaik.
Komitmen RDF Plant Rorotan sebagai Solusi Pengelolaan Sampah
Kehadiran RDF Plant Rorotan di Jakarta Utara merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mencari solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Fasilitas ini dirancang untuk mengubah sampah menjadi sumber energi, mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.
Asep Kuswanto menegaskan bahwa komitmen ini adalah prioritas utama. "RDF Plant Rorotan hadir untuk menjadi solusi pengelolaan sampah berkelanjutan, bukan menambah masalah baru," katanya. Pernyataan ini menggarisbawahi visi jangka panjang pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan sampah di ibu kota.
Dengan dukungan teknologi mutakhir dan pengawasan ketat dari pakar lingkungan, RDF Plant Rorotan diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah modern yang efektif dan ramah lingkungan. Ini juga menjadi bukti nyata bahwa inovasi teknologi dapat diterapkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi seluruh warga Jakarta.
Sumber: AntaraNews