Fakta Sepekan Operasi Zebra, Pengendara Kena Tilang ETLE Naik Tajam Dibanding Tahun Lalu
Tilang manual masih tetap akan menjadi senjata Korlantas Polri menegakan hukum berlalu lintas.
Korlantas Polri mengungkap pelanggaran lalu lintas dilakukan pengendara terekam kamera ETLE meningkat selama satu pekan Operasi Zebra. Pengendara melanggar lalu lintas meningkat tajam dibandingkan tahun lalu.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan, tilang merupakan senjata Korlantas Polri menegakan hukum terhadap para pelanggar lalu lintas. Hal itu disampaikan Agus dalam rapat kerja bersama dengan Komisi III DPR di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/11).
Awalnya, Agus lebih dulu memaparkan data penegakan hukum dengan atau melalui kamera ETLE selama Operasi Zebra yang kini sedang berlangsung. Menurut Agus, teguran simpatik tahun 2025 sebanyak 444,578 atau naik 1,414 persen sebanyak 415,228 dibanding tahun 2024 sebanyak 29,350.
"Penegakan ETLE di H+7 95.827 naik 596 persen (82,059) dibanding tahun 2024. Tilang 2025 sebanyak 7,919, turun 88,3 persen (58,531) dibanding tahun 2024 sebanyak 67,450," kata Agus dalam rapat.
Jumlah Pelanggaran
Agus menyebut, pada tahun 2024, pengendara terkena tilang ETLE hanya 13.000. "Sekarang kami baru 7 hari 95 ribu. ETLE kita kedepankan. Tilang kita porsinya kecil kami tidak mau ada transaksional di tilang," ujar Agus.
Kendati demikian, tilang manual masih tetap akan menjadi senjata Korlantas Polri menegakan hukum berlalu lintas.
"Tapi tilang itu penting itu senjata kami, kami bisa sita kendaraan. Tetapi porsi penegakan hukum di jalan ini kami perkecil. Dari 95 kami gunakan etle 5 persen kami tilang plus teguran," tegas Agus.
Dalam kesempatan itu, Agus menyebut ada penurunan kecelakaan lima persen sebanyak 81 kejadian. "Korban meninggal dunia juga turun 28 persen di Operasi Zebra yang mengondisikan untuk operasi lilin yang enam hari lagi masih berlaku Operasi Zebra," pungkasnya.