Sorot
{{caption}}
Kesaksian Warga Sebelum Istri Tewas Dicekik Suami

{{caption}}
Pimpinan DPR Janji Cabut Status Tersangka 16 Mahasiswa Trisakti

{{caption}}
Demo Depan DPR Usai, Jalan Gatot Subroto Dibuka Lagi

{{caption}}
Istri Dicekik Suami Pakai Seprei hingga Tewas

{{caption}}
Aturan Baru, Lahan Pertanian Diperkuat untuk Swasembada Pangan

{{caption}}
Prabowo Puji Kinerja Petugas Haji

Topik Terkait
{{caption}}
Fadli Zon Luncurkan Buku Penulisan Ulang Sejarah RI: Saya Juga Belum Baca

Fadli Zon mengaku baru mendapatkan 10 jilid buku penulisan ulang Sejarah RI yang ia luncurkan. Ia juga menjawa pro kontra di tengah masyarakat.

{{caption}}
Menbud Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Nusantara 10 Jilid, Perkuat Jati Diri Bangsa

Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan peluncuran Buku Sejarah Nusantara 10 jilid yang komprehensif, bertujuan merawat memori kolektif dan memperkuat identitas bangsa.

{{caption}}
Fadli Zon Resmi Luncurkan Buku Penulisan Ulang Sejarah RI, Terdiri dari 10 Jilid

Buku tersebut merupakan bagian dari program penulisan sejarah ulang Indonesia.

{{caption}}
Begini Arahan Penting Megawati Terkait Penundaan Penulisan Sejarah Ulang

Penundaan itu dilakukan setelah Kementerian Kebudayaan yang menginisiasi penulisan ulang sejarah itu mendapat masukan dari pelbagai pihak.

{{caption}}
Menteri Fadli Zon Sebut Penulisan Ulang Sejarah Bukan Buat Menyembunyikan Sisi Kelam Apalagi Memanipulasi Fakta

Kementerian Kebudayaan mulai menjaring masukan dari akademisi dan sejarawan dengan melakukan diskusi publik di Universitas Negeri Makassar (UNM).

{{caption}}
Fadli Zon Ungkap Penulisan Ulang Sejarah Libatkan 133 Sejarawan dari 34 Provinsi, Jamin Tak Ada Intervensi

Fadli Zon mengungkapkan, penulisan ulang sejarah Indonesia melibatkan sebanyak 133 sejarawan dari 34 provinsi di Indonesia.

{{caption}}
Anies Baswedan: Fondasi Penting Persatuan Bangsa Mengakui Pahit Manis Kebenaran Sejarah, Bukan Menutupi atau Menghapusnya

Pemerintah tengah menulis ulang sejarah Indonesia. Penyusunan dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan.

{{caption}}
Fadli Zon Jelaskan Maksud "Tone" Positif di Penulisan Ulang Sejarah

Penulisan sejarah ulang ini ditujukan untuk memperkuat kesatuan dan kebenaran bangsa.

{{caption}}
Fadli Zon: Yang Menulis Ulang Sejarah Indonesia Bukan Politikus, Tapi Sejarawan

Indonesia terakhir menulis ulang sejarah sudah sejak 20 tahun yang lalu.

{{caption}}
VIDEO: Tulis Ulang Sejarah, Fadli Sebut di Buku Lama "Belanda Bilang Pahlawan Kita Teroris!"

Salah satunya untuk menegaskan pembebasan kolonial dan menegaskan perspektif Indonesia-Sentris.

{{caption}}
Istilah Orde Lama Hilang dalam Penulisan Ulang Sejarah, Puan: Jangan Sampai Ada yang Tersakiti

Istilah orde lama tidak ada dalam judul 10 jilid buku hasil penulisan ulang sejarah Indonesia

{{caption}}
Fadli Zon Beberkan Urgensi Penulisan Ulang Sejarah, Ini Daftar Jilid Bukunya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon membeberkan urgensi penulisan sejarah ulang Indonesia.

{{caption}}
Penjelasan Panembahan Agung soal Baliho Menbud Fadli Zon di Gapura Gladag

Di dalamnya terpampang foto Menteri Kebudayaan Fadli Zon, bersama KGPH Panembahan Agung Tedjowulan dan GKR Koes Moertiyah Wandansari alias Gusti Moeng.

{{caption}}
Di Tengah Konflik Dualisme Keraton Solo, Baliho Bergambar Menbud Fadli Zon Muncul di Gladag

Kini terpasang baliho baru di kawasan Gapura Gladag, pintu utama masuk keraton.

{{caption}}
Makam La Mohang Daeng Mangkona: Destinasi Wisata Sejarah Edukatif di Samarinda

Cagar budaya Makam La Mohang Daeng Mangkona di Samarinda kian diminati sebagai destinasi wisata sejarah edukatif, menawarkan jejak penting pendiri Samarinda Seberang dan nilai historis yang mendalam.

{{caption}}
Wastra Nusantara: Instrumen Diplomasi Budaya Efektif untuk Indonesia di Mata Dunia

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa wastra Nusantara memiliki potensi besar sebagai instrumen diplomasi budaya yang efektif, memperkenalkan kekayaan Indonesia ke kancah global.

{{caption}}
NTB Kenalkan Tenun Sakral Sasak di Pameran Wastra Nasional Yogyakarta: Simbol Magis Warisan Budaya

Museum Negeri NTB memamerkan Tenun Sakral Sasak, kain Osap, di Pameran Nusa Wastra Yogyakarta. Kain ini bukan sekadar pakaian, melainkan benda magis penanda transisi kehidupan manusia.

{{caption}}
Indonesia Gencarkan Repatriasi Keris Bersejarah Milik Tokoh Nasional dari Luar Negeri

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan Indonesia terus berupaya mengembalikan keris bersejarah, termasuk milik Pangeran Diponegoro, dari luar negeri sebagai bagian pemulihan kedaulatan budaya.

{{caption}}
Gubernur DIY: Pelestarian Purbakala Merawat Kesadaran Asal Usul Bangsa, Dorong Hari Purbakala Nasional

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan pentingnya pelestarian purbakala untuk merawat kesadaran bangsa. Gerakan Mahasabha Purbakala deklarasikan 10 butir pernyataan, termasuk usulan Hari Purbakala Nasional.

{{caption}}
Peringatan 100 Tahun Jam Gadang: Simbol Persahabatan RI-Belanda dan Penguatan Identitas Minangkabau

Peringatan 100 Tahun Jam Gadang di Bukittinggi pada Juni 2026 menjadi momentum penting untuk merefleksikan hubungan RI-Belanda, memperkuat identitas Minangkabau, dan mempromosikan pariwisata daerah.

{{caption}}
Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Hormati Pahlawan Buruh

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur, sebagai bentuk penghormatan abadi kepada pahlawan buruh Marsinah dan perjuangan pekerja Indonesia.

{{caption}}
Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Hormati Perjuangan Buruh

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan perjuangan tokoh buruh tersebut, sekaligus mengedukasi generasi muda tentang nilai keadilan.

{{caption}}
Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf UNESCO: Pengakuan Global atas Ulama Pejuang

Peringatan 400 tahun pahlawan nasional Syekh Yusuf Al-Makassari telah resmi masuk agenda UNESCO, menandai pengakuan global atas signifikansi sejarah ulama pejuang ini dan memperkuat diplomasi budaya Indonesia.

{{caption}}
Pemkab Lebak Usulkan KH Moch Yusuf Jadi Pahlawan Nasional, Dedikasi Pendidikan Agama Islam dan Perjuangan Melawan Belanda Jadi Sorotan

Pemerintah Kabupaten Lebak mengusulkan KH Moch Yusuf sebagai pahlawan nasional atas dedikasinya dalam memajukan pendidikan Agama Islam dan perjuangannya melawan penjajah.