Fadli Zon: Belum Ada Penulisan Sejarah dari Era Habibie hingga Jokowi
Menurut Fadli, buku Sejarah Nasional Indonesia (SNI) jilid 6 yang terakhir diterbitkan sudah lama tidak dimutakhirkan.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, belum ada penulisan sejarah di era Presiden ke-3 RI BJ Habibie, Presiden ke-4 RI Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 RI Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, hal itu menjadi salah satu alasan pemerintah menulis ulang sejarah Indonesia.
Menurut Fadli, buku Sejarah Nasional Indonesia (SNI) jilid 6 yang terakhir diterbitkan sudah lama tidak dimutakhirkan.
"Belum ada pemutakhiran. Jadi tidak ada eranya Ibu Megawati, eranya Pak SBY, eranya Pak Jokowi, apalagi ya. Eranya Gus Dur juga belum ada waktu itu. Jadi meskipun terbitnya 2002, hanya pada era BJ Habibie," katanya saat Rapat bersama Komisi X, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/5).
Menegaskan Pembebasan Kolonial
Politisi Gerindra ini menambahkan, pada buku sejarah nasional Indonesia juga hanya sampai pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 1997.
"Jadi pemilu 1999 itu tidak ada. 2004 misalnya, waktu itu pemenangnya siapa, siapa yang jadi presiden itu tidak ada. 2009 juga demikian, 2014, 2019 apalagi. Jadi memang sudah lama kita tidak membuat buku sejarah," lanjut Fadli.
Fadli menambahkan, urgensi penulisan sejarah ulang juga untuk menegaskan pembebasan kolonial dan perspektif Indonesia-Sentris.
Selain itu, untuk menjawab tantangan kekinian dan globalisasi, membentuk Identitas nasional yang kuat, menegaskan otonomi sejarah atau sejarah otonom, relevansi untuk generasi muda, dan reinventing Indonesia Identity.
"Lebih lebih lagi karena kita terakhir menulis sejarah itu hingga 25 tahun yang lalu dan belum pernah ada lagi penulisan," imbuhnya.