Menteri Kebudayaan Fadli Zon membeberkan urgensi penulisan sejarah ulang Indonesia. Salah satunya untuk menegaskan pembebasan kolonial dan menegaskan perspektif Indonesia-Sentris.
"Sekarang ini kita 80 tahun Indonesia Merdeka sudah saya kira waktunya kita memberikan pembebasan total dari bias kolonial ini, dan menegaskan perspektif Indonesia-Sentris," kata Fadli saat rapat bersama komisi X di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/5).
Urgensi selanjutnya adalah untuk menjawab tantangan kekinian dan globalisasi, membentuk identitas nasional yang kuat, menegaskan otonomi sejarah atau sejarah otonom, relevansi untuk generasi muda, dan reinventing Indonesia Identity.