Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Petugas Gunakan Gergaji dan Gerinda
Akibat peristiwa tersebut, rangkaian belakang Commuter Line ringsek ditabrak kereta dengan kecepatan tunggi.
Kecelakaan kereta api terjadi di wilayah Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Insiden tersebut melibatkan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan kereta komuter KRL Commuter Line.
Petugas medis dan relawan langsung mengevakuasi sejumlah penumpang masih terjebak di dalam gerbong kereta. Petugas gabungan menggunakan gergaji hingga gerinda untuk mengevakuasi korban. Sementara di lantai bawah, ambulans terlihat sibuk membawa korban kecelakaan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Commuter Line sedang berhenti di jalur nomor satu menuju Cikarang atau arah timur. Beberapa saat kemudian, kereta jarak jauh dari arah barat memasuki jalur satu juga dan langsung menabrak Commuter Line yang sedang berhenti.
Akibat peristiwa tersebut, rangkaian belakang Commuter Line ringsek ditabrak kereta dengan kecepatan tunggi. Hingga saat ini, situasi di Stasiun Bekasi Timur masih ramai oleh petugas dan kerabat korban kecelakaan.
"Ramai banget, kirain ada apaan, enggak tahunya ada kecelakaan kereta," kata Supriyana (46), warga yang hendak melintas di depan stasiun.
Akibat kecelakaan ini, kemacetan juga terjadi di jalan raya depan stasiun. Karena jalan tersebut menjadi akses ambulans serta banyak warga yang ingin menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Kata Saksi Penumpang KRL
Seorang saksi mata sekaligus penumpang KRL, Yandri, mengungkapkan detik-detik terjadinya tabrakan antara KRL dan kereta api jarak jauh di wilayah Stasiun Bekasi Timur.
Yandri menceritakan, sebelum kejadian, kereta yang ditumpanginya sempat didahului oleh kereta lain sekitar 15 menit lebih awal. "Jadi tadi kereta mendahului kereta saya sekitar 15 menit,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sekitar pukul 19.30 WIB, KRL yang berada di lokasi sempat berhenti cukup lama. Tidak lama kemudian, kereta api jarak jauh datang dari arah belakang.
"Setengah delapan kereta datang, berhenti agak lama, kemudian menyusul kereta jarak jauh,” kata dia.
Menurutnya, tabrakan terjadi dengan sangat keras hingga menimbulkan suara keras seperti ledakan. "Tabrakan kencang, kereta menabrak gerbong perempuan. Kencang sekali," ungkapnya.
KAI Minta Maaf
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” ujar Anne dalam keterangan resminya, Senin (27/4/2026).
KAI akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan penanganan di lokasi.
Pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan resmi KAI melalui WhatsApp 0811-2223-3121 atau Call Center 121.