Ekraf Peduli Kemenekraf Perkuat Pemulihan Pascabencana di Sumatera
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) melalui inisiatif Ekraf Peduli menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat pemulihan pascabencana di Pulau Sumatera, memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan optimal.
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pemulihan pascabencana di Pulau Sumatera melalui inisiatif Ekraf Peduli. Program ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan efektif di wilayah terdampak. Menekraf Teuku Riefky menyatakan bahwa Kemenekraf bertekad mendukung pemulihan melalui penguatan produktivitas pegiat ekonomi kreatif (ekraf) lokal.
Inisiatif Ekraf Peduli telah menyalurkan bantuan esensial berupa makanan dan pakaian ke tiga provinsi yang paling terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain bantuan darurat, Kemenekraf juga merancang program pemulihan jangka menengah selama enam bulan ke depan. Program-program ini meliputi Sinema Rakyat dan Board Game, lokakarya konten digital, serta literasi bisnis yang mencakup relaksasi pembiayaan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Pemerintah Indonesia secara menyeluruh memastikan bahwa proses pemulihan pascabencana di Sumatera berjalan secara terintegrasi dan komprehensif. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memimpin peninjauan langsung ke wilayah terdampak, termasuk Aceh Tamiang, pada Jumat (30/1). Kunjungan ini turut didampingi oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi.
Komitmen Lintas Sektor dalam Ekraf Peduli
Kemenekraf telah mengambil peran aktif dalam Satuan Tugas Pascabencana pada bidang Pemulihan Ekonomi, bekerja sama dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM). Kolaborasi ini bertujuan untuk menyinergikan upaya pemulihan ekonomi di daerah-daerah yang dilanda bencana. Menekraf Teuku Riefky menekankan bahwa inisiatif Ekraf Peduli menjadi wadah penting untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya dan keahlian.
Program pemulihan enam bulan ke depan yang digagas Kemenekraf tidak hanya fokus pada bantuan fisik, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan keberlanjutan ekonomi kreatif lokal. Melalui Sinema Rakyat dan Board Game, diharapkan dapat memulihkan semangat dan kreativitas masyarakat. Sementara itu, workshop konten digital akan membekali pegiat ekraf dengan keterampilan storytelling untuk mendokumentasikan progres rehabilitasi dan rekonstruksi, serta literasi bisnis untuk memperkuat fondasi usaha mereka.
Aspek relaksasi pembiayaan dan KUR menjadi krusial untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak bencana agar dapat bangkit kembali. Langkah ini menunjukkan pendekatan holistik pemerintah dalam memulihkan tidak hanya infrastruktur fisik, tetapi juga denyut nadi ekonomi masyarakat.
Sinergi Tokoh Nasional dan Konser Amal
Peninjauan langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Aceh Tamiang menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam merespons bencana. Dalam kunjungan tersebut, bantuan terintegrasi disalurkan, yang merupakan hasil donasi dari konser amal bertajuk “100 Musisi Heal Sumatera”. Konser ini sebelumnya telah diselenggarakan pada 7 Desember 2025 di Bintaro dan 16 Desember 2025 di Kemang, melibatkan 100 musisi, ILUNI UI, serta berbagai lembaga terkait.
Menekraf Teuku Riefky mengapresiasi tinggi para musisi, komunitas kreatif, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam gerakan solidaritas ini. Menurutnya, bantuan yang terkumpul melalui donasi tersebut merupakan simbol kekuatan ekonomi kreatif dalam menghadirkan empati, semangat gotong royong, serta mendorong pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.
Kehadiran tokoh-tokoh nasional seperti Wakil Presiden, Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad, dan Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengoordinasikan upaya pemulihan. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi, serta mengembalikan aktivitas sosial ekonomi dan layanan publik di daerah terdampak.
Pemulihan Berkelanjutan di Aceh Tamiang
Aceh Tamiang menjadi salah satu fokus utama pemulihan mengingat sejumlah pusat pemerintahan dan fasilitas publik mengalami kerusakan signifikan. Menekraf Riefky menegaskan pentingnya monitoring berkelanjutan untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal. Ia juga menyoroti urgensi mendorong perputaran ekonomi di tengah masyarakat agar warga tidak hanya bergantung pada tenda pengungsian, tetapi dapat kembali produktif dari hunian sementara (huntara).
Kolaborasi lintas pihak menjadi kunci keberhasilan pemulihan yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi Aceh Tamiang. Lokasi peninjauan meliputi SMP Negeri 1 Karang Baru, RSUD Muda Sedia, Posko Pengungsian Kecamatan Karang Baru, serta Hunian Sementara Modular di Aceh Tamiang. Bantuan yang disalurkan mencakup beras, peralatan sekolah, obat-obatan, serta dukungan tenaga relawan kesehatan dan kebersihan, menunjukkan kepedulian berbagai pihak terhadap masyarakat terdampak.
Arahan Presiden untuk Pemulihan Komprehensif
Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan tegas kepada seluruh kementerian dan pemerintah daerah untuk bersinergi. Tujuannya adalah memastikan masyarakat terdampak tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga kembali memperoleh akses pendidikan, kesehatan, dan hunian layak secara berkelanjutan. Arahan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan komprehensif dalam penanganan pascabencana.
Peninjauan langsung di Aceh Tamiang merupakan wujud kehadiran negara secara cepat dan nyata, mulai dari fase tanggap darurat hingga pemulihan jangka panjang. Kepala SMP Negeri 1 Karang Baru, Edy Wahyudi, menyampaikan bahwa Wakil Presiden akan mengoordinasikan proses pemulihan secara maksimal, termasuk percepatan pengadaan meja, kursi, dan papan tulis. Hal ini bertujuan agar 665 siswa yang terdampak banjir dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman, menunjukkan fokus pada pemulihan sektor pendidikan.
Sumber: AntaraNews