Menko PM: Ekonomi Kreatif Jadi Kunci Pemberdayaan Masyarakat Terdampak Bencana
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menekankan peran vital ekonomi kreatif untuk membangkitkan kembali masyarakat terdampak bencana, khususnya di Sumatra.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar baru-baru ini menyoroti peran krusial sektor ekonomi kreatif. Hal ini penting dalam upaya pemulihan dan pemberdayaan masyarakat yang terdampak bencana alam, khususnya di wilayah Sumatra.
Penekanan ini disampaikan Menko Muhaimin usai bertemu dengan Menteri Kemenekraf Teuku Riefky Harsya. Pertemuan strategis tersebut berlangsung di Kantor Kemenekraf, Jakarta, pada Kamis (29/1) lalu.
Fokus utama diskusi adalah bagaimana ekonomi kreatif dapat menjadi instrumen strategis. Ini untuk mengangkat kembali kemandirian ekonomi korban bencana pasca masa tanggap darurat yang krusial.
Peran Strategis Ekonomi Kreatif dalam Pemulihan Bencana
Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa masa tanggap darurat bencana harus dimanfaatkan secara optimal. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan kembali sektor ekonomi kreatif di wilayah terdampak.
Menurutnya, inisiatif ini sangat vital untuk memastikan keberlanjutan pemulihan jangka panjang. Khususnya bagi masyarakat di Sumatra yang sering menghadapi dampak bencana alam yang signifikan.
Ekonomi kreatif diharapkan mampu memberikan solusi jangka panjang yang berkelanjutan. Ini bukan hanya sekadar bantuan sementara, tetapi juga menciptakan fondasi kemandirian ekonomi yang kuat.
Pemanfaatan potensi lokal melalui pengembangan ekonomi kreatif dapat menjadi pendorong utama. Ini akan membantu masyarakat bangkit dari keterpurukan dan membangun kembali kehidupan mereka pasca bencana.
Capaian dan Prioritas Kemenekraf dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif
Menteri Kemenekraf Teuku Riefky Harsya menyambut baik kunjungan Menko PM Muhaimin Iskandar. Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan terhadap sektor yang dipimpinnya.
Teuku Riefky Harsya mengungkapkan bahwa capaian sektor ekonomi kreatif telah melampaui target Presiden. Hal ini sebagaimana tertuang jelas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2025.
"Ekonomi kreatif Indonesia telah menjadi mesin baru ekonomi nasional," kata Teuku Riefky Harsya, menggarisbawahi kontribusi signifikan sektor ini.
Pengembangan saat ini difokuskan pada tujuh subsektor prioritas yang strategis. Ini meliputi fesyen, kuliner, kriya, film (termasuk animasi), musik, gim, dan aplikasi.
Potensi Ekonomi Kreatif Indonesia Menuju Pasar Global
Meskipun ada fokus pada tujuh subsektor utama, Kemenekraf tidak mengesampingkan subsektor lainnya. Semua memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut dan memberikan dampak positif.
Kekuatan utama ekonomi kreatif Indonesia terletak pada akar budaya yang sangat kuat. Hal ini menjadi fondasi yang kokoh untuk inovasi dan penciptaan nilai tambah.
Jika dipadukan dengan inovasi dan teknologi digital terkini, produk-produk Indonesia diyakini akan memiliki daya saing global. Ini akan membawa "local-local hero" naik kelas ke tingkat nasional.
"Kami siap terus berkoordinasi untuk mendorong industri kreatif Indonesia tidak hanya semakin berkualitas, tapi juga go global," ujar Teuku Riefky Harsya, menegaskan komitmen Kemenekraf.
Sumber: AntaraNews