Dampak Danais DIY: 146,3 Km Jalan Desa Terbangun, Ubah Wajah Perdesaan
Dana Keistimewaan (Danais) telah memberikan dampak signifikan bagi Daerah Istimewa Yogyakarta, salah satunya melalui pembangunan 146,3 kilometer jalan desa yang mengubah wajah perdesaan dan memberdayakan masyarakat lokal.
Dana Keistimewaan (Danais) yang dialokasikan oleh pemerintah pusat untuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menjadi motor penggerak pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut. Sejak tahun 2021 hingga 2025, Danais telah berhasil mendukung pembangunan jalan desa sepanjang 146,3 kilometer. Capaian ini diungkapkan oleh Paguyuban Lurah dan Pamong Kalurahan Nayantaka DIY, yang secara aktif menghimpun data dan mengadvokasi penguatan Danais.
Pembangunan infrastruktur perdesaan ini, khususnya jalan desa, telah mengubah wajah DIY secara signifikan. Melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Danais, program ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal.
Suhadi, Sekretaris Jenderal Paguyuban Nayantaka DIY, menyatakan bahwa jika disambung, total panjang jalan desa yang dibangun dengan Danais ini hampir setara dengan jarak Yogyakarta-Semarang. Hal ini menunjukkan skala dampak positif yang dihasilkan Danais terhadap konektivitas dan aksesibilitas di perdesaan DIY.
Pembangunan Jalan Desa dan Pemberdayaan Lokal
Pembangunan infrastruktur jalan desa melalui Danais dilakukan dengan skema padat karya tata nilai, yang secara efektif mengakomodasi tenaga kerja lokal. Setiap paket pekerjaan di desa dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga minggu, menciptakan lapangan kerja sementara bagi warga setempat.
Suhadi menjelaskan bahwa program padat karya selama 18 hari mampu mengakomodasi sekitar 60 tenaga kerja lokal. Ini memastikan bahwa Danais tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memberikan implikasi positif yang sangat besar terhadap peningkatan pendapatan dan kapasitas masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Keberhasilan ini juga mendorong Paguyuban Nayantaka untuk menyuarakan aspirasi penguatan Danais kepada pemerintah pusat, dengan harapan manfaat pembangunan berbasis desa dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Kontribusi Danais di Sektor Lain
Selain pembangunan jalan desa, Danais juga memberikan kontribusi signifikan pada berbagai sektor lain di DIY. Pada periode 2022–2024, sebanyak 826 unit rumah tidak layak huni (RTLH) berhasil direhabilitasi, meningkatkan kualitas hidup warga.
Penguatan administrasi pertanahan juga menjadi fokus, dengan 40 kalurahan (kelurahan) mendapatkan dukungan pada tahun 2022–2026. Lebih lanjut, program pemberdayaan yang didukung Danais telah melibatkan 2.182 warga miskin pada periode yang sama, memberikan tambahan pendapatan dan meningkatkan kapasitas masyarakat.
Dampak positif Danais juga terlihat pada indikator makro pembangunan sosial-ekonomi DIY, seperti penurunan angka kemiskinan dari 10,83 persen pada 2024 menjadi 10,08 persen pada 2025, serta penurunan stunting dan tingkat pengangguran terbuka.
Danais sebagai Investasi Jangka Panjang Kalurahan
Ketua Paguyuban Lurah dan Pamong Kalurahan Nayantaka DIY, Gandang Hardjanata, menegaskan bahwa permohonan penguatan Danais bukan sekadar tentang besaran anggaran. Menurutnya, Danais adalah investasi krusial bagi kalurahan.
Dengan dukungan Danais yang lebih kuat, kalurahan dapat memperluas pelayanan publik, memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan ekonomi lokal, melestarikan budaya, serta memberdayakan masyarakat miskin dan pengangguran secara lebih optimal.
Gandang Hardjanata menekankan bahwa Danais merupakan investasi pembangunan jangka panjang yang akan menentukan kemampuan kalurahan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Manfaatnya telah dirasakan dan diharapkan dapat terus diperbesar di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews