Program Bang Andra Sukses Buka Keterisolasian Desa Sukajaya Serang, Tingkatkan Produktivitas Warga
Gubernur Banten Andra Soni meninjau ruas Jalan Sukanagara–Sukajaya yang telah rampung, menandai keberhasilan Program Bang Andra dalam membuka akses dan meningkatkan produktivitas masyarakat Desa Sukajaya, Kabupaten Serang.
Gubernur Banten Andra Soni menyatakan bahwa rehabilitasi ruas Jalan Sukanagara–Sukajaya di Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, berhasil membuka keterisolasian desa serta meningkatkan produktivitas warga setempat. Proyek jalan sepanjang 1,3 kilometer ini merupakan bagian dari program unggulan Pemerintah Provinsi Banten, yaitu Bangun Jalan Desa Sejahtera atau yang dikenal sebagai “Program Bang Andra”. Peninjauan langsung dilakukan pada Kamis, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang berdampak signifikan.
Pembangunan jalan ini telah rampung sepenuhnya dan dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten, memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat. Sebelumnya, kondisi jalan sangat rusak, menyulitkan aktivitas sehari-hari warga, termasuk anak-anak sekolah. Kini, jalan yang mulus tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas dan memperlancar roda perekonomian desa.
Andra Soni mengenang momen ketika ia pertama kali mengunjungi lokasi ini beberapa hari setelah dilantik sebagai gubernur pada tahun 2025. Saat itu, ia harus naik ke pagar untuk dapat berbicara dengan masyarakat karena kondisi jalan yang parah, dan ia berjanji akan membangun jalan tersebut melalui Program Bang Andra. Janji tersebut kini telah terwujud, membawa harapan baru bagi warga Desa Sukajaya.
Dampak Nyata Program Bang Andra bagi Warga Sukajaya
Sebelum direhabilitasi, ruas Jalan Sukanagara–Sukajaya berada dalam kondisi rusak berat, menciptakan tantangan besar bagi warga desa. Anak-anak sekolah seringkali harus berjalan tanpa alas kaki melewati lumpur setiap kali hujan, sebuah pemandangan yang kini telah berubah drastis. Dengan selesainya pembangunan, jalan tersebut kini mulus dan dapat dilalui dengan nyaman oleh semua lapisan masyarakat.
“Anak-anak sekarang bisa berangkat sekolah tanpa harus menenteng sepatu. Semoga jalan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat,” ujar Andra Soni, menyoroti perubahan positif yang dirasakan langsung oleh generasi muda. Manfaat Program Bang Andra tidak hanya dirasakan oleh pelajar, tetapi juga oleh para petani yang kini lebih mudah mengangkut hasil panen mereka.
Kepala Dinas PUPR Banten, Arlan Marzan, menjelaskan bahwa ruas jalan ini memiliki fungsi strategis sebagai jalan usaha tani, melintasi area persawahan seluas lebih dari 500 hektare. Kemudahan akses ini sangat vital untuk mempermudah petani membawa hasil panen ke pasar, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka. Proyek ini terbagi menjadi dua segmen, sepanjang 900 meter dan 400 meter, yang keduanya telah rampung 100 persen.
Efisiensi Anggaran dan Strategi Pembangunan Infrastruktur
Pembangunan ruas Jalan Sukanagara–Sukajaya didanai melalui efisiensi anggaran Pemerintah Provinsi Banten, sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025. Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa hasil penghematan dari berbagai pos belanja dialihkan khusus untuk pembangunan akses jalan desa di seluruh wilayah Banten. Strategi ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengalokasikan sumber daya secara efektif untuk kebutuhan infrastruktur dasar.
Secara keseluruhan, Arlan Marzan menambahkan bahwa total panjang jalan yang dibangun melalui Program Bang Andra pada tahun 2025 mencapai 63 kilometer, dengan anggaran sekitar Rp184 miliar. Progres pembangunan di seluruh wilayah Banten saat ini telah mencapai 70–80 persen, dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada Desember 2025. Angka ini menunjukkan skala besar dari upaya pemerintah provinsi dalam meningkatkan konektivitas desa.
Andra Soni berharap pembangunan infrastruktur dasar ini menjadi pijakan kuat bagi program lanjutan di tingkat kabupaten dan DPRD dalam penguatan ekonomi masyarakat desa. “Setelah jalan ini selesai, kita dorong program pemberdayaan ekonomi agar manfaatnya semakin terasa,” tambahnya, menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan fisik dan pemberdayaan ekonomi untuk dampak yang maksimal.
Apresiasi dan Harapan untuk Keberlanjutan Program
Ketua DPRD Banten, Fahmi Hakim, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap Program Bang Andra, karena dinilai memberikan manfaat nyata dan langsung bagi masyarakat. Ia menyoroti bagaimana program ini telah mengubah kehidupan warga, dari kemudahan panen hingga kelancaran akses pendidikan dan layanan kesehatan. “Sekarang masyarakat bisa panen lebih mudah, anak-anak ke sekolah lancar, dan akses ke layanan kesehatan semakin terbuka. Program Bang Andra ini nyata manfaatnya,” katanya.
Fahmi Hakim juga mengimbau warga agar bersama-sama menjaga jalan yang telah dibangun agar tetap berfungsi optimal dan memberikan manfaat jangka panjang. Partisipasi aktif masyarakat dalam pemeliharaan infrastruktur sangat penting untuk keberlanjutan program ini. Hal ini mencerminkan pentingnya rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif.
Program Bang Andra menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Provinsi Banten dalam menghubungkan sentra produksi, pendidikan, dan layanan publik di desa-desa. Dengan memanfaatkan efisiensi anggaran, program ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi pedesaan dan secara signifikan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Banten. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih baik.
Sumber: AntaraNews